Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Italia, Prancis, dan Spanyol Harus Atasi Peningkatan Utang

📅 Sabtu, 25 Nov 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Italia, Prancis, dan Spanyol Harus Atasi Peningkatan Utang Doc: AFP/FADEL SENNA
Ket. Kristalina Georgieva, Direktur Pelaksana IMF

WASHINGTON - Italia, Prancis, dan Spanyol diperingatkan harus berbuat lebih banyak untuk mengatasi peningkatan utang dan tingkat defisit, mencatat bahwa pertumbuhan Eropa yang sangat moderat dalam iklim pasca-Covid.

"Ketiga negara ini mengalami peningkatan rasio utang terhadap PDB secara signifikan," kata Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva, Kamis (23/11), dalam sebuah wawancara dengan beberapa surat kabar, menurut transkrip yang diterbitkan oleh Corriere della Sera dari Italia.

"Respons fiskal mereka terhadap Covid memang sangat kuat, namun hal ini menyebabkan peningkatan utang dan tingkat defisit. Jadi, sekarang mereka benar-benar harus mengencangkan sabuk pengaman dan melakukan penyesuaian fiskal," kata Georgieva.

"Bagi Italia, masalah ini diperparah dengan melambatnya pertumbuhan sebagai akibat dari penarikan langkah-langkah dukungan kebijakan," katanya.

"Anggaran untuk Italia harus diperkuat karena penyesuaian fiskal yang dilakukan Italia tidak akan bekerja cukup cepat untuk menurunkan defisit dan tingkat utang," tambahnya.

Dikutip dari Barron, Georgieva menyatakan Prancis berada dalam posisi yang lebih baik karena pertumbuhan di sana lebih mengakomodasi penyesuaian fiskal, ia tetap mengatakan 2024 harus menjadi halaman balik bagi Prancis dalam hal pengetatan.

Jasa dan Pariwisata

Spanyol, yang mendapat manfaat dari peningkatan besar sektor jasa dan pariwisata memperkirakan penyesuaian sebesar 0,3 persen, yang menurutnya dapat diterima oleh IMF. "Selama tidak memperbarui langkah-langkah dukungan kebijakan yang diperkirakan akan berakhir pada akhir tahun ini," ujarnya.

Secara keseluruhan, ia menyampaikan kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi di Eropa.

"Tidak seperti AS, yang telah pulih ke tren sebelum pandemi, Zona Euro masih 2 persen di bawah tren sebelum pandemi, dan pertumbuhannya sangat kecil," katanya, mengutip perang di Ukraina dan tantangan demografi sebagai faktor utama.

Ditanya tentang perang antara Israel dan Hamas, Georgieva mengatakan sejauh ini dampak ekonomi global masih minim, namun hal itu bisa berubah jika konflik berkepanjangan atau semakin intensif.

"Secara ekonomi, dampak paling signifikan terjadi di episentrum konflik. Di Gaza, kerusakannya sangat besar. Pertumbuhan di Israel pasti akan terkena dampaknya," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.