Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dokter: Pengobatan Kanker Paru Harus Disesuaikan dengan Kondisi Pasien

📅 Jumat, 24 Nov 2023, 19:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dokter: Pengobatan Kanker Paru Harus Disesuaikan dengan Kondisi Pasien Doc: Pexels/Anna Tarazevich

JAKARTA - Guru Besar Departemen Pulmonologi Kedokteran Respirasi FKUI, Profesor dr Elisna Syahrudin, PhD SpP(K) mengatakan bahwa pengobatan kanker paru harus disesuaikan kondisi individu sehingga tidak semua pasien bisa menjalani pengobatan dengan jenis yang sama.

Dia mendorong pasien untuk lekas memeriksakan diri atau melakukan skrining melalui bantuan dokter spesialis apabila gejala awal kanker paru mulai dirasakan agar dapat segera ditentukan pilihan pengobatan terbaik sesuai kebutuhan pasien.

"Kenapa (periksa ke dokter) itu penting? Karena itu untuk pilihan pengobatannya. Pengobatan untuk kanker paru itu bisa bedah, bisa radioterapi, bisa kemoterapi, bisa terapi target, bisa imunoterapi. Tidak semua orang sama pilihannya," kata Elisna saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/11).

Menurut Elisna beberapa faktor yang bisa menentukan pilihan pengobatan antara lain jenis kanker paru yang dialami, kelainan molekulernya seperti apa, serta sejauh mana tingkatan stadium kanker.

Apabila kanker ditemukan pada stadium dini, Elisna mengatakan kondisi tersebut lebih memungkinkan untuk dilakukan pembedahan pada pasien. Di masa sekarang, imbuh dia, modalitas terapi kanker paru juga semakin banyak sehingga diharapkan turut berdampak pada peningkatan angka harapan hidup.

Kecepatan dalam menentukan pilihan pengobatan yang diputuskan oleh pasien dan keluarga sangat dibutuhkan untuk mencegah keparahan pada penyakit, bahkan mencegah terjadinya metastasis atau penyebaran kanker ke bagian organ yang lain.

"Untuk kanker paru kalau terlambat dua minggu memutuskan (pilihan pengobatan), itu cerita sudah berlanjut (bisa semakin parah)," ujar dia.

Hambatan terbesar dalam pengambilan keputusan, menurut dia, biasanya terjadi karena faktor kekhawatiran dari pihak keluarga. ????Oleh sebab itu, dibutuhkan komunikasi dua arah antara tenaga medis serta pasien dan keluarga.

Pengambilan keputusan yang cepat terhadap pilihan pengobatan, maka keterlambatan penanganan pun bisa dicegah.

"Sebagian besar pasien itu kalau dijelaskan (oleh dokter) dengan benar tentang kondisinya sekarang, nanti terapinya mau apa, pasiennya menerima. Tapi yang sering adalah keluarga yang tidak menerima (kondisi)," ujar dokter yang juga aktif di Yayasan Kanker Indonesia (YKI) itu.

Elisa pun mendorong agar pihak keluarga dapat menjadi sistem pendukung utama yang baik bagi pasien. Harapannya, dukungan yang diberikan tersebut ikut berdampak pada peningkatan kualitas hidup pasien. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.