Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa Taylor Swift Begitu Populer? Ini Dia Jawabannya

📅 Senin, 20 Nov 2023, 13:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengapa Taylor Swift Begitu Populer? Ini Dia Jawabannya Doc: deadline.com
Ket. Taylor Swift.

Kate Pattison, RMIT University

Taylor Swift sering menjadi fokus perhatian dari kerja-kerja profesional dan akademis. Pada 2022, contohnya, Clive Davis Institute di Universitas New York mengumumkan kursus yang berfokus pada Swift, diajarkan oleh Brittany Spanos, penulis senior media musik Rolling Stone. Mereka juga memberikan Swift gelar doktor kehormatan dalam bidang seni, sebagai "salah satu seniman paling produktif dan terkenal di generasinya".

Universitas lain di seluruh dunia juga punya kursus mereka sendiri, termasuk "Psikologi Taylor Swift", "Buku Nyanyian Taylor Swift" dan "Sastra: Versi Taylor".

Meskipun musisi dan selebritas menjadi daya tarik kita selama beberapa dekade, mereka jarang mendapat perhatian individual seperti Swift. Karir Swift yang mengesankan dapat dipelajari dari berbagai perspektif, termasuk pemasaran, fandom, bisnis, penulisan lagu, dan masih banyak lagi.

Jadi, mengapa Taylor Swift?

Dari segi musik, Swift telah memecahkan banyak rekor. Agustus lalu, dia menjadi musisi perempuan pertama dalam sejarah Spotify yang mencapai 100 juta pendengar bulanan.

Swift telah mencapai 12 album nomor satu di Billboard, terbanyak oleh artis perempuan, menyalip Barbra Streisand awal tahun ini.

Dia solois perempuan pertama dan satu-satunya yang tiga kali memenangkan Album of The Year dari Grammy Awards, untuk Fearless (2009), 1989 (2015) dan Folklore (2020)--masing-masing dalam genre musik yang berbeda. Ini adalah penghargaan atas keahlian Swift dalam menulis lagu untuk bermacam-macam audiens.

Ada tuntutan bagi artis perempuan untuk terus menemukan kembali jati diri mereka. Swift merenungkan hal ini dalam Miss Americana, film dokumenternya yang tayang di Netflix:

Artis perempuan yang saya kenal harus merombak diri mereka sendiri 20 kali lebih banyak daripada artis pria, atau dia akan kehilangan pekerjaan.

Sepanjang karirnya, Swift telah berevolusi dari penyanyi musik country pemenang penghargaan menjadi salah satu bintang pop terbesar di dunia. Masing-masing dari sepuluh album studio orisinalnya memiliki tema dan estetika berbeda, yang telah dirayakan di tur raksasa bertajuk The Eras Tour.

Tur tersebut ditetapkan menjadi tur dengan pendapatan kotor tertinggi sepanjang masa, sehingga meningkatkan pendapatan perjalanan dan pariwisata lokal. Laporan terkini memperkirakan, tur ini berkontribusi sebesar US$5 miliar (sekitar Rp77,7 triliun) bagi perekonomian dunia.

'Yang kulakukan hanyalah mencoba, mencoba, mencoba'

Namun, tidak cukup mengukur pengaruh Swift dari musiknya saja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.