Joe Biden: Pastikan AI Membawa Perubahan yang Lebih Baik

Senin, 20 Nov 2023, 00:03 WIB

SAN FRANCISCO - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mendesak negara-negara Asia-Pasi f i k untuk bekerja sama guna memastikan bahwa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa perubahan ke arah yang lebih baik, bukan untuk mengalahkan atau membatasi potensi manusia.

Biden saat berbicara pada sesi terakhir pertemuan puncak dua hari forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) yang beranggotakan 21 negara di San Francisco AS, akhir pekan lalu, mengatakan pihaknya telah membahas AI secara singkat dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dalam pembicaraan di sela-sela pertemuan tersebut pada 15 November lalu.

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: BPS - kj/ones

Dikutip dari The Straits Times, Biden memanfaatkan KTT APEC yang berlangsung selama dua hari untuk menyoroti kuatnya perekonomian AS dan hubungannya dengan negara-negara Pasifik lainnya. Bahkan, ketika visinya untuk kerja sama di bidang perdagangan regional yang lebih besar guna melawan pengaruh Tiongkok terhenti karena upayanya untuk memperkuat hak-hak pekerja.

"Kita akan melihat lebih banyak perubahan teknologi dalam 10 tahun ke depan dibandingkan 50 tahun terakhir, bersama-sama kita harus memastikan perubahannya menjadi lebih baik," kata Biden.

Biden juga mengatakan teknologi digital seperti AI harus digunakan untuk meningkatkan, bukan membatasi, potensi masyarakat dunia, dan mencatat bahwa Amerika Serikat telah mengumpulkan perusahaan-perusahaan AI terkemuka di musim panas untuk menyetujui komitmen sukarela untuk menjaga sistem AI tetap aman dan dapat dipercaya.

Langkah-langkah tersebut, katanya, termasuk berkomitmen untuk memastikan keamanan sistem AI sebelum merilisnya ke publik, memberi tanda air pada konten yang dihasilkan AI untuk menunjukkan bahwa konten tersebut dihasilkan oleh kecerdasan buatan, dan meminimalkan risiko yang ditimbulkan sistem AI terhadap masyarakat, seperti dengan mempromosikan bias atau diskriminasi.

Biden juga mencatat bahwa ia telah menandatangani perintah eksekutif bulan lalu untuk menetapkan standar AI yang baru, seperti mewajibkan pengembang sistem AI yang paling kuat untuk membagikan hasil uji keselamatan mereka kepada pemerintah, dan untuk memperkuat teknologi guna melindungi privasi dan mencegah pemberi kerja dari hal-hal yang tidak diinginkan menggunakan AI untuk mengeksploitasi pekerja.

Sementara itu, Washington memperluas hibah untuk penelitian AI di bidang-bidang utama seperti layanan kesehatan dan perubahan iklim.

Fungsi Intelijen

Menanggapi pernyataan Biden, pakar Hubungan Internasional dari Universitas Brawijaya, Malang, Adhi Cahya Fahadayna, mengatakan AI dalam konteks modern bisa menjadi peluang sekaligus ancaman. Apa yang dilakukan AS dan APEC bertujuan untuk memastikan AI membawa perubahan yang lebih baik dan meniadakan potensi ancaman terutama ke ekonomi global.

"Peluang yang muncul adalah perkembangan teknologi yang semakin pesat akan menggeser pekerjaan manusia yang bisa diambil alih oleh AI. Namun, efisiensi akan tercipta karena AI jelas membuat seluruh aspek perekonomian makin efektif dan efisien," katanya.

Dia menambahkan, secara politik dan keamanan kemunculan AI juga akan memperkuat fungsi intelijen dan kendali, seperti kontrol jarak jauh peralatan militer drone, roket, peluru kendali dan sistem pertahanan. AI juga akan menambah efektivitas dan akurasi penggunaan senjata serta fungsi intelijen.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.