Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menakar Janji Industrialisasi dan Hilirisasi Capres-Cawapres

📅 Kamis, 16 Nov 2023, 11:43 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sebaliknya, tanpa mengakses pasar global, sektor usaha terbatas hanya memasok pasar domestik akibat minimnya daya saing ekspor. Pada akhirnya, kebijakan substitusi impor yang berorientasi pasar dalam negeri tidak cukup efektif mendorong peforma industri manufaktur ke depannya. Tanpa disiplin pasar, pengusaha malah memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang diberikan pemerintah tanpa berusaha meningkatkan daya saing.

Dengan demikian perlu bagi pemerintah ke depan untuk menggunakan alternatif indikator kesuksesan industrialisasi yang berbasis pasar global untuk mendorong pembangunan industri manufaktur yang lebih efektif.

Masa depan kebijakan industrial

Siapapun pemenang Pemilu Presiden 2024, kebijakan industri melalui intervensi pemerintah akan tetap dilakukan. Kebijakan yang lebih inward-looking (melihat ke dalam) seperti TKDN juga masih akan memiliki porsi yang sangat penting. Pertumbuhan industri dalam negeri cukup esensial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Penerapan TKDN yang ketat berpotensi mengurangi daya saing ekspor dan memperlambat proses industrialisasi itu sendiri.

Para paslon perlu memahami tren kebijakan industrial saat ini yang semakin kompleks-termasuk mengapa kebijakan industrial di Indonesia acapkali problematik, bagaimana mengukur keberhasilannya, dan pentingnya menuntut transparansi dari penikmat insentif.

Sektor manufaktur dan ekspor mineral masih pegang peranan besar dalam perekonomian dan penyerapan tenaga kerja Indonesia. Penting untuk menyimak rencana kebijakan industri para paslon untuk mengetahui arah ekonomi ke depannya. Di masa kampanye dan debat nanti, publik perlu menggali lebih lanjut janji-janji yang diberikan oleh para paslon terkait industrialisasi.

Harapannya, Pemilu Presiden 2024 dapat menghadirkan kontestasi ide-ide yang lebih efektif dalam mendorong transformasi ekonomi Indonesia berbasis industri manufaktur.The Conversation

Riandy Laksono, PhD Candidate in Economics, Australian National University; Andree Surianta, PhD Candidate in Public Policy, Australian National University, dan Krisna Gupta, Senior fellow at CIPS and a lecturer at International Trade faculty, Politeknik APP Jakarta

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.