Selama Dua Hari, Picnic Over The Hill Berhasil Tarik 1.037 Pengunjung

Selasa, 14 Nov 2023, 14:28 WIB

JAKARTA - Picnic Over The Hill (POTH) yang diselenggarakan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) selama dua hari pada pekan kedua November ini behasil mendatangkan total kunjungan sebanyak 1.037 orang dengan beberapa segmen usia pengunjung berasal dari anak hingga orang tua.

Ket. Foto: Picnic Over The Hill (POTH) yang diselenggarakan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). — Sumber: Istimewa.

Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina mengatakan bahwa para pengunjung yang hadir selama 2 hari di event POTH juga didominasi oleh Generasi Z dan rombongan keluarga. Pihaknya menghitung total kunjungan selam 2 hari event berlangsung sebesar 1.037 orang dari 1.372 orang yang melakukan registrasi secara online.

"Jumlah pengunjung pada hari pertama sebanyak 451 orang dan 586 orang di hari kedua. Ini adalah event pertama kami sebagai bentuk aktivasi kawasan Parapuar dan ini telah melampaui jumlah kunjungan yang kami targetkan yaitu 1.000 pengunjung," kata Shana dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/11).

Dia menambahkan dari event ini juga BPOLBF mencatat total transaksi dari 17 booth UMKM yang terlibat dalam event ini. Tercatat total nilai transaksi sebesar Rp20,122,000 selama 2 hari atau dengan kata lain masing-masing pengunjung berbelanja sekitar Rp10.000 - Rp20.000 per hari.

"Tim kami mencatat total transaksi selama 2 hari adalah sebesar Rp20.122.000, yang menurut perkiraan kami rata-rata pengunjung berbelanja sekitar Rp10.000 - Rp20.000 per hari. Total nilai transaksi ini belum termasuk dengan belanja bahan baku venue seperti bambu dan tenaga kerja lokal yang turut membantu penyiapan venue, serta jasa lainnya mulai dari transportasi, penyewaan alat, dan sebagainya. Begitupun para talent yang mengisi acara 100% adalah talent lokal NTT, sehingga perputaran uang dan penyerapan tenaga kerja dalam event ini diserap seutuhnya oleh lokal," kata Shana.

Optimalisasi potensi lokal lainnya dalam event ini adalah, BPOLBF juga berkerja sama dengan Kole Project, yang merupakan salah satu komunitas waste management lokal di Labuan Bajo untuk mengelola sampah yang dihasilkan selama event berlangsung. Selama event berlangsung, Kole Project mendata, sampah yang terkumpul selama dua hari kegiatan terhitung sebanyak 149,6 kg dengan rincian 39 kg sampah daur ulang dan 110.6 sampah residu.

"Untuk menjamin penyelenggaraan event ini bebas dari sampah, kami bekerja sama dengan komunitas waste management di Labuan Bajo yaitu Kole Project. Berdasarkan data yang kami terima total sampah selama dua hari adalah 149,6 kg. Hari pertama, 50,1 kg dengan sampah daur ulang 18,4 kg dan sampah residu 31,7 kg lalu di hari kedua sebanyak 99,5 kg dengan sampah daur ulang 20,6 kg dan sampah residu 78,9 kg. Bersama Kole Project kami bersama-sama memastikan agar venue dalam keadaan bersih tanpa sampah usai event berlangsung" jelas Shana.

Dalam potret terpisah, salah satu pelaku UMKM dari C'yen Food yaitu Maria menyampaikan harapan agar event ini lebih sering dilakukan. Menurutnya, melalui penyelenggaraan event pihaknya bisa memperoleh penghasilan yang lebih besar dari hari-hari biasa.

"Piknik di atas bukit adalah acara yg baru pertama kali diadakan di Labuan Bajo, kami melihat sebagian masyarakat sangat antusias untuk mengunjungi Parapuar, karena tempat ini menyunguhkan pemandangan yg sangat indah dari atas bukit. Mungkin BPOLF harus sering mengadakan event di Parapuar sehingga tempat ini bisa menjadi tongkrongan & hiburan bagi masyarakat Labuan Bajo. Saya sebagai UMKM yg ikut bergabung dalam event ini sangat senang, karna dapat meningkatkan pemasukan keuangan saya, pendapatan hari pertama sebesar Rp. 850.000, hari kedua sebesar 1.115.000. Semoga bisa berkolaborasi kembali dengan BPOLF di event-event selanjutnya" ungkap Maria.

Paska event POTH, BPOLBF juga melakukan survei kepada 1.037 pengunjung yang telah datang ke event POTH dan juga kepada para pelaku UMKM, talent, sponsorship, komunitas dan unsur masyarakat lainnya yang terlibat selama event berlangsung. Survei ini dilaksanakan tentunya untuk menjaring aspirasi dan masukan dari masyarakat dan sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan event-event selanjutnya, terutama dengan kawasan Parapuar sendiri yang ke depannya akan dibuka untuk publik.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

Berita Terbaru

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.