- Home
-
- Luar Negeri
-
- PBB: Asia Selatan Mengalam...
PBB: Asia Selatan Mengalami Krisis Air Terburuk di Dunia
Selasa, 14 Nov 2023, 00:00 WIBNEW DELHI - PBB mengatakan lebih banyak anak-anak di Asia Selatan yang mengalami kesulitan akibat kelangkaan air yang parah dan diperburuk oleh dampak perubahan iklim dibandingkan negara-negara lain di seluruh dunia.
"Sebanyak 347 juta anak di bawah usia 18 tahun mengalami kelangkaan air yang tinggi atau sangat tinggi di Asia Selatan, jumlah tertinggi di antara seluruh wilayah di dunia," dalam sebuah laporan Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa atau the United Nations International Children's Emergency Fund (Unicef), Senin (13/11).
Dikutip dari The Straits Times, wilayah yang terdiri dari delapan negara, yang terdiri dari Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, India, Nepal, Maladewa, Pakistan, dan Sri Lanka, merupakan rumah bagi lebih dari seperempat anak-anak di dunia.
"Perubahan iklim mengganggu pola cuaca dan curah hujan, menyebabkan ketersediaan air tidak dapat diprediksi," kata Unicef dalam laporannya.
Laporan tersebut menyebutkan kualitas air yang buruk, kekurangan air dan kesalahan pengelolaan seperti pemompaan akuifer yang berlebihan, sementara perubahan iklim mengurangi jumlah air yang dapat mengisi kembali akuifer tersebut.
"Ketika sumur desa mengering, rumah-rumah, pusat kesehatan dan sekolah semuanya terkena dampaknya," tambah Unicef.
Lebih Buruk
Dengan iklim yang semakin tidak dapat diprediksi, tambah Unicef, kelangkaan air diperkirakan akan menjadi lebih buruk bagi anak-anak di Asia Selatan.
Pada konferensi iklim PBB Conference of the Parties 28 (COP-28) pada Desember di Dubai, Unicef mengatakan pihaknya akan menyerukan para pemimpin untuk mengamankan planet yang layak huni. "Air yang aman adalah hak asasi manusia," kata Sanjay Wijesekera, Ketua Unicef untuk Asia Selatan.
"Namun, jutaan anak-anak di Asia Selatan tidak mempunyai cukup minuman di wilayah yang dilanda banjir, kekeringan, dan peristiwa cuaca ekstrem lainnya, yang semakin dipicu oleh perubahan iklim," urainya.
Pada 2022, 45 juta anak tidak memiliki akses terhadap layanan dasar air minum di Asia Selatan, lebih banyak dibandingkan wilayah lainnya. Namun, Unicef mengatakan layanan tersebut berkembang pesat, dan jumlah tersebut diperkirakan akan berkurang setengahnya pada tahun 2030.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Banjir Bandang Aceh Tengah Hantam Lagi, 2 Jembatan Ambruk dan Desa Terisolasi
-
Asik, Kini Ratusan Pramuwisata Kalbar Terima Tip via QRIS GoPay Merchant
-
BI Percaya Diri, Inflasi 2026–2027 Tetap Jinak di Kisaran Target
-
Tiket Kereta Final Piala Dunia Tembus 2,4 Juta Rupiah, Fans Sebut “Tidak Masuk Akal”
-
Old Trafford Tamat? Bos Proyek MU Buka Suara Soal Kapan Stadion Baru Resmi Dibuka
-
Badan Pegal-pegal dan Otot Tak Seimbang? Ini 4 Kebiasaan yang Harus Anda Perbaiki
-
Presiden Prabowo Terbang ke Rusia, Agendakan Pertemuan Khusus dengan Vladimir Putin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.