Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sinergitas Pangan dengan Peritel Diperkuat

📅 Senin, 13 Nov 2023, 08:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sinergitas Pangan dengan Peritel Diperkuat Doc: istimewa

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA) mengelaborasi penguatan sinergitas pangan dengan pelaku usaha ritel yang turut menjadi kunci pertumbuhan industri pangan.

"Keberadaan peritel menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dalam rantai pasok pangan nasional. Untuk itu, semakin kuatnya sektor ritel pangan tentu akan dapat mendorong ekosistem pangan nasional yang sehat dan terus bertumbuh seperti ditegaskan Kepala NFA Arief Prasetyo Adi dalam berbagai kesempatan," kata Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi NFA Nyoto Suwignyo di Jakarta, Minggu (12/11).

Deputi Nyoto menyampaikan selama ini NFA terus bersinergi dengan kalangan ritel dalam mendukung ketersediaan pangan serta SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang mampu meningkatkan gairah ekonomi nasional.

Dalam penyaluran beras program SPHP, NFA bersama Perum Bulog turut memasifkan melalui jalur ritel modern seperti Ramayana, Indomaret, Alfamart, Hypermart, Superindo, dan Lotte. Harga beras SPHP konsisten pada harga maksimal 10.900 rupiah per kg dengan pembatasan pembelian maksimal 2 kemasan per pelanggan.

Sebagai dampak dari upaya digencarkan penggelontoran beras SPHP ke semua lini pasar, harga beras medium di tingkat konsumen mulai mengalami penurunan secara gradual. Pada 1 Oktober tercatat harga rata-rata semua provinsi untuk beras medium berada di angka 13.220 rupiah per kg dan mengalami depresiasi 30 poin pada 10 November menjadi di harga 13.190 rupiah per kg.

Pengawasan Mutu

Lebih lanjut, Nyoto memaparkan adanya kerja sama NFA dengan kalangan ritel dalam hal pengawasan keamanan mutu pangan, utamanya berkaitan dengan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).

"NFA bersama-sama pelaku usaha ritel senantiasa memastikan keamanan PSAT yang diperjualbelikan. Ini dilakukan berupa melakukan pengawasan langsung dan pengecekan terhadap pemenuhan standar keamanan dan mutu pangan. NFA selalu mendorong kalangan ritel agar memilih pemasok yang telah memiliki izin edar PSAT dan tidak memperdagangkan produk PSAT yang tidak menyertai identitas pada kemasannya," jelas Nyoto.

Tak hanya itu, NFA juga mengajak pelaku usaha ritel untuk mencegah pemborosan pangan atau food waste. Hal itu lantaran 1,3 miliar ton pangan atau setara dengan sepertiga dari pangan yang diproduksi terbuang setiap tahun. Padahal itu berpotensi dapat dimanfaatkan bagi sekitar 61-125 juta jiwa atau 29-47 persen dari populasi penduduk Indonesia.

"Karena itu, kami ingin mengajak seluruh pelaku usaha ritel, terutama yang bergerak di bidang pangan untuk membantu kampanyekan gerakan 'Stop Boros Pangan'. Ini bisa dengan menempelkan imbauan berupa flyer, iklan atau media kreatif lainnya di tempat usahanya masing-masing," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.