Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mantan Menlu RI: Pergeseran Geopolitik Peluang Asean Pimpin Dialog

📅 Kamis, 09 Nov 2023, 13:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mantan Menlu RI: Pergeseran Geopolitik Peluang Asean Pimpin Dialog Doc: ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu
Ket. Mantan Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda.

TOKYO - Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menilai pergeseran geopolitik dari Eropa ke Asia Timur merupakan peluang bagi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk memimpin dialog terutama di antara para pemimpin negara-negara adikuasa, seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Pergeseran geopolitik dari Eropa ke Asia Timur menawarkan peluang yang luar biasa, termasuk Asian trade and investment. Tetapi, kita harus menyadari di tengah potensi yang besar itu ada kerawanan yang harus kita awasi," kata Hassan di Tokyo, Rabu (8/11).

Dia menambahkan kerawanan itu salah satunya adalah ketegangan antara negara adikuasa yang saat ini membentuk polarisasi Amerika Serikat dan Tiongkok.

Untuk menghindari itu, diperlukan dialog dan dalam hal ini ASEAN merupakan pihak yang mampu memimpin dialog tersebut.

"Tanpa adanya dialog, direct communication, negara adikuasa yang berseteru dalam artian persaingan strategis, bisa menjadikan itu konflik terbuka," katanya.

Hassan menjelaskan ASEAN sejak berdiri memegang suatu kekuatan yang tidak hanya membangun kerja sama internal tetapi juga saat ini sudah menjadi komunitas yang memajukan proses-proses dialog.

Untuk itu, menurut dia, seperti ASEAN plus one dan plus three perlu diperkuat guna lebih banyak menjangkau ke luar.

"Tidak banyak organisasi regional yang dalam pertemuan tahunannya dihadiri oleh negara-negara dengan kekuatan besar, tidak juga Uni Eropa. Dengan kata lain, ASEAN mempunyai convincing power seperti saat upaya mempertemukan Presiden Joe Biden dan Xi Jinping, memang tidak mudah, tapi karena ASEAN lah mereka bertemu" katanya.

Dia menyebutkan kekuatan tersebut tidak bisa dianggap ringan dan dalam konteks Indonesia dengan Jepang, keduanya mesti memperkuat kerja sama di mana Indonesia sebagai anggota ASEAN dan Jepang negara Asia Timur yang berada di kawasan sentral Indo-Pasifik.

"Asia Timur sebagai sentral abad 21 dengan segala peluang yang besar mempunyai potensi konflik terbuka kalau tidak dikelola dengan baik. Dan kita Indonesia berada dalam posisi yang baik untuk mendorong antara negara-negara untuk berdialog termasuk negara-negara adikuasa," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.