Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KemenPPPA Minta Masyarakat Hati-hati Pilih Pengobatan Tradisional

📅 Kamis, 09 Nov 2023, 22:17 WIB | Oleh:
KemenPPPA Minta Masyarakat Hati-hati Pilih Pengobatan Tradisional Doc: ANTARA/HO-Kemen PPPA
Ket. Deputi Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA Ratna Susianawati.

JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan selektif memilih pengobatan tradisional, menyusul masih maraknya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan yang dilakukan oleh pelaku yang mengaku sebagai dukun.

"Kami sangat prihatin atas kejadian kekerasan seksual yang dialami para korban dukun di Cilacap. Masyarakat harus lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih pengobatan tradisional," kata Deputi Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA Ratna Susianawati dalam keterangan, di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, perlu juga bersikap kritis terhadap penipuan berkedok pengobatan dan tindakan yang dilakukan selama proses pengobatan.

Baru-baru ini terungkap kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang dukun di Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah terhadap puluhan perempuan yang menjadi pasien sang dukun.

Menurut Ratna Susianawati, kelompok perempuan dan juga anak sangat rentan menjadi korban penipuan dan korban kekerasan seksual yang banyak dilakukan oleh dukun ataupun orang yang dianggap sebagai 'orang pintar' oleh sebagian masyarakat Indonesia.

"Harapan para korban untuk mendapatkan pengobatan dan kesembuhan atas penyakit yang diderita, ternyata justru memunculkan penderitaan lainnya. Di sini jelas ada relasi kuasa dimana pelaku memanfaatkan kondisi korban yang sedang sakit, memanfaatkan ketidakberdayaan korban," ujarnya.

Ratna Susianawati menambahkan bahwa masih banyak masyarakat yang lebih mempercayai keberadaan dukun atas dasar berbagai pertimbangan.

"Jangan mudah percaya dengan pihak-pihak tak bertanggung jawab yang menjanjikan bisa menyembuhkan. Pendamping, dalam hal ini orang tua, suami, atau keluarga lain yang mendampingi proses pengobatan juga harus berhati-hati dan berani menolak bila menemukan kejanggalan," pesannya.

Pihaknya mencatat banyak modus yang digunakan dalam kasus dukun cabul, diantaranya janji penyakit calon korban bisa hilang dengan cepat dan tidak menimbulkan efek negatif.

"Saat korban telah percaya penuh dan pasrah, maka modus ini meningkat dalam bentuk ancaman yang dilakukan agar korban menuruti keinginan pelaku," kata dia.Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

22 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.