Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG Bandung Minta Masyarakat Waspadai Dampak Pancaroba

📅 Senin, 06 Nov 2023, 22:01 WIB | Oleh:
BMKG Bandung Minta Masyarakat Waspadai Dampak Pancaroba Doc: ANTARA/ Ardiansyah
Ket. Seorang pejalan kaki melintas saat hujan di Jalan Kartini, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Lampung, Jumat (3/11/2023).

BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung mengimbau masyarakat di wilayah Bandung Raya mewaspadai dampak potensi cuaca ekstrem karena pancaroba yang sudah mulai dirasakan.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap terjadinya potensi dampak cuaca ekstrem yang biasa terjadi pada periode pancaroba, seperti hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam skala lokal berdurasi singkat, angin kencang, angin puting beliung dan hujan es yang dapat mengakibatkan dampak, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta dampak kerusakan lainnya," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung BMKG Teguh Rahayu di Bandung, Jawa Barat, Senin.

Berdasarkan analisis dan prediksi musim, katanya, saat ini wilayah Bandung Raya pancaroba yang ditandai dengan pertumbuhan awan-awan rendah yang dapat tumbuh menjadi awan-awan konvektif signifikan.

"Di Bandung Raya terdapat beberapa pengaruh lokal yang mendukung potensi pertumbuhan awan konvektif yang dapat menyebabkan hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian wilayah Bandung Raya," ucap dia.

Jika dilihat dari dinamika atmosfer-laut skala global, ia menerangkan, nilai SOI, IOD, dan Nino 3.4 tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia, namun aktivitas gelombang Rosby Ekuator diperkirakan aktif di wilayah Jawa Barat yang mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

"Daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau memanjang dari pesisir barat Bengkulu hingga Jawa Barat bagian selatan, kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi," katanya.

Analisis pola angin (streamline), ucap dia, menunjukkan wilayah Bandung Raya didominasi oleh angin timuran, angin baratan mulai terlihat aktif memasuki wilayah Bandung Raya, terutama antara siang, sore, dan malam hari.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap terjadinya potensi dampak cuaca ekstrem yang biasa terjadi pada periode pancaroba. Begitu juga dengan masyarakat yang tinggal di daerah topografi curam atau bergunung atau rawan longsor.

"BMKG meminta masyarakat selalu waspada ketika terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut. Masyarakat diharapkan selalu meng-'update' informasi cuaca dan iklim melalui web dan media sosial resmi BMKG," kata Teguh. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.