Defisit Neraca Transaksi Berjalan pada 2024 Berpotensi Meningkat
📅 Sabtu, 04 Nov 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiDi sisi lain, Indonesia masih mengejar pertumbuhan dengan konsumsi yang banyak dari impor, sehingga yang menikmati hasilnya bukan Indonesia. Pemerintah harus mendorong agar produsen meningkatkan added value sehingga saat dieskpor punya nilai yang besar. "Insentif pajak dan regulasi yang mudah bisa dilakukan. Selain itu, langkah-langkah dari makroekonomi menjaga iklim investasi baik. Investment grade membuat pasar percaya akan memberikan capital inflow besar, dan perlu juga mencari pasar ekspor alternatif," kata Imron.
Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, YB Suhartoko, mengatakan defisit neraca transaksi berjalan yang meningkat menunjukkan adanya risiko melemahnya rupiah selanjutnya. "Defisit ini jika berasal dari neraca pendapatan modal investasi portofolio bisa segera diatasi dengan menaikkan suku bunga untuk meningkatkan daya tarik surat berharga dalam negeri dan akhirnya meredam capital outflow," kata Suhartoko.
Namun, jika sumber defisitnya dari pendapatan modal terutama dari investasi langsung, maka perlu waktu cukup panjang dan membutuhkan dana besar untuk meredamnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!