Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PUPR Mataram Terapkan Penyekat Sampah di Saluran Air

📅 Jumat, 03 Nov 2023, 16:30 WIB | Oleh:
PUPR Mataram Terapkan Penyekat Sampah di Saluran Air Doc: ANTARA/Nirkomala
Ket. Aktivitas pekerja dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengangkat sampah yang berhasil di jaring dengan sistem penyekat sampah di Kali Ning setelah sehari sebelumnya hujan mengguyur kota tersebut.

MATARAM - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat menerapkan sistem penyekat sampah menggunakan besi di sejumlah saluran air untuk mengurangi sampah mengalir ke hilir serta memudahkan pengangkutan.

"Penyekat sampah kita buat pada saluran-saluran yang teridentifikasi daerah rawan aliran sampah," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram Miftahurrahman di Mataram, Jumat.

Dia menjelaskan, hingga saat ini penyekat sampah saluran air yang telah dibuat mencapai sekitar 35-40 titik tersebar di enam kecamatan se-Kota Mataram, dengan total anggaran lebih dari Rp200 juta.

Pembuatan penyekat sampah saluran itu dibuat secara bertahap dengan ukuran bervariasi sesuai dengan kondisi konstruksi, dimensi, dan lebar saluran.

Beberapa titik penyekat sampah yang sudah dibuat antara lain saluran di depan Rumah Potong Hewan (RPH) Majeluk, Udayana, Karang Pule, Karang Panas, Monjok, Taliwang, Karang Jangkong, Pagutan, depan RS Kota Mataram, Gegutu, dan depan Perpustakaan Provinsi NTB.

"Minggu lalu, kami juga pasang di Kali Ning karena melihat potensi sampah di kawasan itu cukup tinggi," kata Miftahurrahman yang juga menjabat sebagai Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan dan Perekonomian Setda Kota Mataram.

Miftahurrahman menjelaskan, pemasangan penyekat sampah di saluran itu dinilai efektif selain menjaring sampah sekaligus bisa mengidentifikasi asal sampah apakah dari eksternal atau internal warga sekitar.

Dengan adanya penyekat sampah tersebut, ratusan pasukan biru petugas dari PUPR juga bisa dengan mudah membagi diri untuk melakukan penanganan sampah saluran.

"Petugas kami akan mengawasi titik-titik saluran yang sudah ada penyekat," katanya.

Artinya jika volume sampah yang dijaring banyak, petugas segera mengangkut, tapi jika masih memungkinkan akan diangkut hari berikutnya dan memprioritaskan titik yang lebih rawan.

"Kondisi ini terjadi, karena kita juga keterbatasan armada pengangkut sampah. Jadi kita gunakan skala prioritas," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman
    Preview komentar:
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
  • 'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika
    Preview komentar:
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius
    Preview komentar:
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan Nomor ...
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Olahraga
Cincinnati Open, Area Sial ...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.