Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Desainer Jepang Rancang Hijab dari Kain Ramah Lingkungan

📅 Minggu, 29 Okt 2023, 08:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Desainer Jepang Rancang Hijab dari Kain Ramah Lingkungan Doc: ANTARA/Abdu Faisal
Ket. Perancang busana Jepang Erika Masuda difoto setelah fashion show Muslim di Jakarta Sabtu 28 Oktober 2023.

JAKARTA - Tren penggunaan penutup kepala atau hijab (kerudung yang dikenakan oleh muslimah) di kalangan santri membuat desainer asal Jepang Erika Masuda mendesain sendiri versinya yang diklaim ramah lingkungan.

Kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (28/10), Masuda mengatakan membuat wastra fiber atau kain tradisional yang sarat makna budaya Indonesia dari hasil daur ulang limbah sisik ikan.

"Budaya Indonesia punya hijab, sedangkan di Jepang tidak. Konsep hijab di Indonesia membuat saya tertarik untuk membuat versi menggunakan bahan kolagen dari sisik ikan yang sering dibuang sembarangan dan menjadi limbah," kata Masuda.

Ia berharap, penggunaan sisik ikan sebagai bahan dasar pembuatan jilbab suatu saat nanti bisa menjadi solusi perubahan iklim dan menjamin kelestarian lingkungan yang bisa ditiru di tempat lain.

Masuda juga mengajak para pecinta fesyen muslim di Indonesia untuk bersama-sama mengurangi limbah tekstil yang mengancam lingkungan, dengan tidak sekadar mengikuti tren fesyen tertentu.

Ia berkolaborasi dengan desainer asal Indonesia, Bubah Alfian, merancang 12 tampilan busana muslim yang akan dipamerkan di Jakarta.Hal ini sebagai upaya mendekatkan tren fesyen daur ulang kepada para muslimah di ibu kota Indonesia.

Menurut Alfian, ada perbedaan serat kolagen dari sisik ikan dengan kain tenun biasa, yakni lebih lembut di kulit.

"Menurut saya ini kain paling lembut yang pernah saya pegang; sejuk, bagus, dan nyaman sekali," kata Bubah.

Kolaborasi keduanya pun melahirkan perpaduan busana muslim bertema karnaval ala Bubah Alfian dengan seni shibori dari Kyoto (Jepang), Kinbaku versi Masuda yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp450 ribu.

Shibori, teknik mewarnai kain Jepang, melibatkan pencelupan kain yang telah dilipat atau diikat ke dalam pewarna untuk menghasilkan pola yang unik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.