Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemendikbudristek: AKI 2023 Ruang Apresiasi Pelaku Budaya

📅 Kamis, 26 Okt 2023, 16:11 WIB | Oleh:
Kemendikbudristek: AKI 2023 Ruang Apresiasi Pelaku Budaya Doc: ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah
Ket. Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid serta Tim Penilaian AKI 2023 Maria Darmaningsih dalam Konferensi Pers di Gedung A Kemendikbudristek, Jakarta, Kamis (26/10).

Jakarta -- Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid menyatakan Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2023 merupakan ruang untuk memberikan apresiasi kepada para pelaku budaya Indonesia.

"Ini kegiatan untuk memberikan anugerah kepada sejumlah orang dan lembaga yang dianggap berperan penting majukan kebudayaan Indonesia," katanya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis.

Hilmar menjelaskan kegiatan AKI 2023 yang berlangsung pada Jumat (27/10) ini rencananya akan mengundang sejumlah menteri untuk memberikan penghargaan sesuai bidang kerjanya masing-masing.

Kementerian yang akan datang di antaranya adalah Kementerian Luar Negeri karena akan ada kategori bagi orang asing yang terlibat dalam memajukan kebudayaan serta Kementerian Dalam Negeri untuk kategori pemerintah daerah.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga hadir untuk kategori media serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk kategori anak.

"Kita berharap kerja sama antarlembaga untuk memberikan penghargaan bagi sosok yang memajukan kebudayaan dapat terus dilakukan karena memajukan kebudayaan bukan hanya urusan Kemendikbudristek tapi seluruh jajaran kementerian/lembaga (K/L)," kata Hilmar.

Sementara itu, Tim Penilaian AKI 2023 Maria Darmaningsih menjelaskan, AKI tahun ini merupakan paling banyak pendaftarnya yaitu mencapai 170 orang namun yang memenuhi syarat hanya sekitar 160 orang dengan nantinya akan ada tujuh orang yang menjadi pemenang.

"Pekerjaan itu mengambil waktu sekitar tiga bulan tapi kami juga selalu memperjuangkan bisa tidak ya untuk pelestari itu ditambahkan jatahnya. Itu masih dalam diskusi," kataMaria.

Ia mengatakan untuk kategori masyarakat adat yang mendaftar hanya dua orang lantaran mayoritas dari mereka berpikir mendaftar sebuah anugerah menyiratkan bahwa mereka bekerja mengharapkan imbalan.

Padahal, menurut Maria anugerah ini adalah langkah pemerintah untuk menghormati dan menghargai upaya-upaya yang dilakukan oleh para pelaku budaya.

Karena itu, Maria berharap pemerintah daerah (pemda) harus turut aktif mendata dan mendaftarkan pelaku budaya, pelestari, maestro, komunitas dan sebagainya agar mereka bisa masuk anugerah kebudayaan.

Sejauh ini, pemda yang sudah terlibat aktif adalah pemda yang berasal dari DKI Jakarta dan Jawa mulai dari Jawa Timur, Jawa Barat serta Jawa Tengah sehingga tidak mengherankan jika yang sering keluar sebagai pemenang juga dari daerah tersebut.

"Sebagai orang Indonesia kita juga ingin dari timur dari semuanya. Jadi saya mengimbau pemda lebih aktif dan mendaftarkan komunitas maupun pelaku yg ada di daerah masing-masing," kata Maria.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.