• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Debitur KUR BRI Dapat Perl...

Debitur KUR BRI Dapat Perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan

Selasa, 24 Okt 2023, 14:32 WIB

JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada debitur KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Kerja sama ditandatangani Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo dan Direktur Utama BRI Sunarso di Gedung BRILiaN Jakarta pada Rabu lalu.

Ket. Foto: Penandatanganan kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dan BRI di Gedung BRILiaN Jakarta pada Rabu lalu. — Sumber: istimewa

Anggoro dalam keterangannya mengatakan, pihaknya akan menjadi jaring pengaman ekonomi dan sosial bagi seluruh pekerja apapun profesinya ketika menghadapi risiko. Sehingga menurutnya, perlindungan jaminan sosial menjadi sesuatu yang penting untuk dimiliki.

"Kami mengajak seluruh pekerja memastikan dirinya terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, terutama untuk debitur KUR. Para debitur KUR mayoritas merupakan tulang punggung keluarga. Jadi kita harus jamin mereka dan keluarganya terhindar dari risiko ekonomi dan sosial akibat risiko kerja yang mungkin terjadi, seperti risiko akibat kecelakaan kerja dan meninggal dunia," jelas Anggoro.

Kerja sama untuk mensinergikan fungsi saling mendukung optimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi penerima KUR ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Perekonomian No 1 Tahun 2023 tentang Pedoman Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat.

KUR merupakan wujud dukungan pemerintah terhadap pemberdayaan UMKM untuk membantu memulai dan mengembangkan usaha. Selain perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi debitur KUR, dua anak ahli waris debitur KUR juga akan mendapatkan manfaat beasiswa jika debitur KUR mengalami risiko meninggal dunia/meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Program ini untuk mengurangi angka anak putus sekolah.

Saat ini, total akad KUR BRI sebanyak 2,3 juta pekerja, 81 persennya telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan KUR Mikro dan KUR Super Mikro masing-masing di kisaran 5 persen.

"Jumlah peserta melalui KUR Kecil sudah sangat baik, kami bersama BRI akan mendorong kembali pekerja yang akan menjadi debitur KUR Mikro dan Kur Super Mikro untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," lanjut Anggoro.

Pada kegiatan tersebut turut hadir mendampingi Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin, Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Asep Rahmat Suwandha, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harjo, dan Direktur Bisnis Mikro BRI Supari.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, BRI berkomitmen dalam mengoptimalkan kreditur mereka untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dikarenakan peserta (debitur KUR) memiliki hak mendapatkan santunan jika terjadi risiko yang nantinya dapat digunakan untuk melunasi pokok pinjaman KUR.

"Ini merupakan salah satu implementasi dari amanat Undang-Undang yang menyatakan bahwa setiap orang yang bekerja di Indonesia paling tidak enam bulan masa kerja berhak diikutsertakan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Apa yang sekarang dibantu oleh BRI, inilah yang akan menjadi target kita dari kerja sama ini. Jadi nasabah penerima KUR diikutsertakan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan," ucap Sunarso.

Menurut data BPJS Ketenagakerjaan, hingga tanggal 16 Oktober 2023, total manfaat santunan kematian dan beasiswa pendidikan yang telah diberikan kepada seluruh debitur KUR senilai Rp4,38 miliar, sedangkan untuk BRI saja telah mencapai Rp1,97 miliar.

Menutup kegiatan tersebut Anggoro mengucapkan terima kasih kepada BRI atas kerja sama yang terjalin. Ia berharap debitur KUR BRI terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.

"Ini bentuk negara hadir menjamin seluruh pekerjanya. Dengan terlindungi, debitur dapat memanfaatkan dana yang diperoleh dengan optimal, seperti kampanye komunikasi kami, "Kerja Keras Bebas Cemas", pekerja dapat bekerja dengan keras, seluruh kecemasan akan risiko kerja akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan," tutup Anggoro.

Pada kesempatan yang berbeda, Dewi Mulya Sari, kepala kantor cabang Jakarta Pulo Gebang menyampaikan menyambut baik kerja sama ini.

"Harapannya dengan kerjasama yang baik ini, meningkatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja khususnya di sektor tenaga kerja BPU (Bukan Penerima Upah), karena sebagian besar dari debitur KUR ini adalah UMKM, ungkap dewi".

Manfaatnya yang besar dan iuran yang relatif murah yaitu Rp16.800 per bulan untuk perlindungan program jaminan kerja dan jaminan kematian sehingga aman dan tenang apabila terjadi risiko, katanya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.