Hati-hati, Kurang Tidur Bisa Meningkatkan Risiko Kanker
📅 Sabtu, 21 Okt 2023, 14:15 WIB | Oleh: Tim PenulisKanker payudara, usus besar, ovarium dan prostat, menurut Johns Hopkins Medicine.Kanker hati dan paru-paru juga dapat ditambahkan dalam daftar kanker dan kurang tidur.Dalampenelitian selama 10 tahun di Taiwan terhadap lebih dari 63.000 pasien, ditemukan bahwa risiko kanker hati dan paru-paru meningkat pada orang yang memiliki gangguan tidur yang tidak terkait dengan sleep apnea.
Studi lain mengungkapkan paparan cahaya di malam hari dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
"Sebagian besarpenelitian mengenai tidur dan risiko kanker payudaraberkaitan dengan kerja shift dan faktor-faktor yang berkaitan dengan pola tidur yang terganggu, seperti paparan cahaya yang tidak terduga di malam hari," kata Profesor Charlie Zhong, ilmuwan utama penelitian epidemiologi di American Cancer Society.
Namun, ia memperingatkan: "Meskipun tampaknya cahaya dari perangkat seluler dapat mengganggu tidur, teknologi ini dan cara kita menggunakannya berubah begitu cepat sehingga sulit untuk mempelajari dampak kesehatan jangka panjang, seperti kanker".
Sebaiknya Anda baca juga:
Dr Wong menemui pasien yang menderita berbagai jenis kanker seperti kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru dan pankreas di klinik tidurnya."Prevalensinya tergantung pada seberapa umum beberapa jenis kanker ini," katanya.
Apa yang Mengurangi Risiko?
"Tubuh manusia berjalan dalam siklus 24 jam yang diatur oleh ritme sirkadian, dengan proses fisiologis tertentu terjadi pada periode tertentu dalam 24 jam sehari" kata Dr Wong.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tidur merupakan bagian penting dari hal ini dan oleh karena itu, gangguan apa pun selama periode tidur biasanya akan mengganggu proses spesifik yang terjadi selama waktu tersebut."
Namun bagaimana jika Anda tidak bisa berhenti bekerja shift?Apakah ada cara lain untuk mengurangi risiko kanker?Selain tidur, pola makan dan olahraga adalah pilar kesehatan lain yang harus diperhatikan, kata Dr See Hui Ti, konsultan senior, di Departemen Onkologi Medis Parkway Cancer Centre.
Misalnya, mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang dapat mengurangi risiko kanker, kataCancer Research UK. Namun manfaatnya bukan berasal dari "makanan super" pelawan kanker seperti yang mungkin diyakini dari iklann."Pola makan Anda secara keseluruhan (apa yang biasanya Anda makan pada minggu normal) lebih penting dibandingkan makanan individu dalam kaitannya dengan kanker," tulisnya di situs web.
Sedangkan untuk olahraga, aktivitas fisik dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah untuk beberapa jenis kanker, termasuk payudara, prostat, usus besar, endometrium dan mungkin kanker pankreas, menurutAmerican Cancer Society.
Aktivitas fisik dapat membantu mengatur beberapa hormon yang berkontribusi terhadap perkembangan kanker dan membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap sehat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!