Panen Raya Jadi Angin Segar di Tengah Kemarau
📅 Kamis, 19 Okt 2023, 05:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Azmi Samsul Maarif
TANGERANG - Panen padi seluas 250 hektare menjadi angin segar Kabupaten Tangerang di tengah kemarau panjag. Pemkab Tangerang melakukan panen raya padi bersama petani di Kecamatan Sukadiri, Rabu (18/10).
Bupati Tangerang Andi Ony Prihartono mengatakan bahwa padi yang ditanam di sawah seluas 250 hektare itu berjenis Inpari 32, Inpari 42, dan Ciherang. "Panen raya seluas 250 hektare yang kami laksanakan menjadi angin segar bagi Kabupaten Tangerang. Hal ini terutama dalam situasi menghadapi kekeringan dan kemarau panjang di mana ancaman krisis pangan global serta gejolak inflasi terus mengintip," ucapnya.
Panen raya dapat menamabah cadangan beras untuk masyarakat Kabupaten Tangerang. Ini merupakan berkah karena banyak daerah mengalami gagal panen. Untuk itu, panen raya padi harus disyukuri seluruh masyarakat Tangerang.
Padi yang dipanen ditanam di sawah lama, dengan total luas sawah di Kabupaten Tangerang mencapai seluas 36.202 hektare. Lokasinya ini terdiri dari sawah irigasi seluas 23.745 hektare dan sawah tadah hujan seluas 12.350 hektare.
Tujuan kegiatan panen raya untuk membantu program pemerintah dalam menuju swasembada beras dan meningkatkan ketahanan pangan nasional. Beras masih menjadi makanan utama rakyat. Maka panen padi sangat besar manfaatnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Di tengah ketidakpastian global yang terjadi saat ini, ketahanan pangan perlu dibangun secara kuat dan terintegrasi. Ketahanan pangan yang baik adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan baik dari segi jumlah, mutu, gizi, keragaman, maupun keterjangkauan," ujar Andi.
Agropolitan
Bupati menambahkan, selain untuk mendukung ketersediaan dan peningkatan kesejahteraan petani, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah membangun pusat kawasan agropolitan (Puskagro) di Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Puskagro diharapkan dapat memperkuat ketersediaan pangan melalui produksi dan pengelolaan pangan. Ini akan terintegrasi dengan dilengkapi fasilitas pascapanen modern yang dapat menambah daya jual produk serta meningkatkan kesejahteraan para petani," jelas Andi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika,menambahkan bahwa gelaran panen raya padi di Desa Sukadiri, Kecamatan Sukadiri, ini mencapai 250 hektare. "Kabupaten Tangerang memiliki baku sawah seluas 36.202 hektare berada di 29 kecamatan dengan indeks pertanaman 1,8 dan produktivitas 4,9 ton perhektare," tutur Asep.
Lebih jauh Asep melaporkan bahwa luas panen dari periode bulan Januari sampai September berjumlah 49.111 hektare. Dari panen diperoleh produksi gabah kering giling (GKG) sebanyak 240.666 ton. Lalu produksi beras sebanyak 150.980 ton.
Kemudian, pada bulan Oktober diperkirakan luas panen di Kabupaten Tangerang bisa mencapai sebanyak 6.697 hektare. Asep menyebutkan, untuk meningkatkan produksi khususnya padi, Kabupaten Tangerang mendapat alokasi pupuk bersubsidi untuk jenis urea sebanyak 12.183.381 kilogram dan NPK sebanyak 5.082.788 kilogram.
"Kami pun mendorong para petani untuk menggarap area sawah yang tersedia secara maksimal," tambah Asep. Ant/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!