Kemenperin Kebut Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik
📅 Kamis, 19 Okt 2023, 15:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Dok. Kemenperin
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk turut mempercepat pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik di tanah air. Oleh karenanya, pada tahun 2030 industri otomotif di dalam negeri ditargetkan dapat memproduksi sepeda motor listrik roda dua dan tiga sebanyak 9 juta unit, serta mobil listrik dan bis listrik sebanyak 600 ribu unit, sehingga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 21,65 juta barel atau setarapengurangan emisi CO2 sebanyak 7,9 juta ton secara total.
"Perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia semakin tumbuh, dengan kapasitas yang jauh melampaui perkembangan pasar.Halinijugadidorongdari berbagaikebijakanstrategis dari pemerintah, termasukmemberikan kepastian usaha, penyusunan roadmap, dan pengoptimalanTingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)," kata Plt. Sekretaris Jenderal Kemenperin, Putu Juli Ardika mewakili Menteri Perindustrian padaacaratalk showyang bertema "Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia" di Jakarta, Rabu (18/10).
Putu menyebutkan, hinggasaatinidi Indonesia sudahadalimaperusahaanyang memproduksi bislistrik, dengantotalkapasitas produksisebesar2.480 unitpertahun dan total investasisebanyakRp0,36triliun.Selain itu,tigaperusahaanyang memproduksimobil listrik dengantotalkapasitas produksisebesar34.000 unitpertahun dan total investasi Rp2,403triliun.
"Selanjutnya,48 perusahaanmemproduksisepeda motor listrik dengan kapasitas produksi 1,427 juta unitpertahun dan total investasi Rp0,818triliun," paparnya.
Putu menambahkan, dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik, Indonesia saat ini telah memiliki dua pabrik baterai, yaitu PT HLI Green Power dan PT International Chemical Industry (ABC). PT HLI Green Power merupakan perusahaan hasil kolaborasi antara Hyundai Grup dan LG untuk memproduksi sel baterai, dengan kapasitas tahap pertama sebesar 10 GWh dan nilai investasi mencapai USD1,1 Miliar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pabrik baterai mobil listrik tersebut direncanakan akan selesai dibangun pada tahun 2023, dan bisa berproduksi komersial untuk menyuplai kebutuhan pabrik mobil listrik di tahun 2024," ungkapnya.
"Industri sel baterai ini nantinya menyuplai kebutuhan bagi sekitar 150.000-170.000 kendaraan listrik," tambahnya.
Sedangkan, PT International Chemical industry memiliki kapasitas produksi 100 MWh per tahun (setara 9 juta butircell), dengan target total kapasitas produksi 256 MWh per tahun (setara 25 Juta butircell).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saat ini untuk sepeda motor listrik sudah terdapat tiga SNI yang mengatur ketentuan standardisasi Baterai Pack untuk KBLBB yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu SNI untuk Baterai Secara Umum (OnBoard dan Swap) dan SNI untuk baterai Swap," imbuhnya.
Sesuai dengan amanat Perpres 55 Tahun 2019,pemerintah juga memberikan insentif baik kepada konsumen maupun terhadapindustrimanufaktur.Insentifkepadakonsumen, antara lainPPnBM 0% dan PPN DTP,BBN & PKB KBLBB 0% dari dasar pengenaan pajak, suku bunga yang rendah dan uang muka 0%, diskon tambah daya listrik, pelat nomor khusus, serta bantuan pembelian kendaraan listrik roda dua sebesar Rp7 Juta.
Sementara itu, insentifkepadaindustri manufaktur, meliputitaxholiday,minitaxholiday,taxallowance,fasilitas Bea Masuk (Master List),BMDTP, danSuper Tax Deduction.
"Dengan adanya insentif-insentif untuk produsenini, diharapkan akan memicu produksi berbagai jenis KBLBB di Indonesia," tandasnya.
(IKN/TSR)
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!