Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini yang Dilakukan BKKBN untuk Tingkatkan Layanan KB

📅 Kamis, 19 Okt 2023, 00:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini yang Dilakukan BKKBN untuk Tingkatkan Layanan KB Doc: ANTARA/Ho/rat
Ket. Ilustrasi upaya menekan dan menurunkan angka stunting yang dilakukan di Jambi.

Jakarta - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meningkatkan pelayanan KB dan KB Pasca Persalinan (KBPP) dengan fokus memperkuat rantai pasok penyediaan variasi alat danobat kontrasepsi.

"Beberapa variasi yang baru seperti Kontrasepsi Pil Progestin (KPP) yang diluncurkan di Nganjuk, Jawa Timur Tahun 2022 dimaksudkan agar ibu menyusui tetap dapat mengikuti Program KB karena pil tersebut tidak mengganggu produksi ASI," kata Pelaksana Tugas Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Sukaryo Teguh Santoso di Jakarta, Rabu.

Pihaknya saat ini juga tengah mengembangkan implan satu batang yang mendapatkan respons serta permintaan tinggi berdasarkan laporan dari beberapa fasilitas kesehatan dengan layanan pemasangan alat KB.

Strategi yang demikian, kata dia, bertujuan menarik lebih banyak lagi pasangan usia subur untuk mengikuti Program KB, khususnya mereka yang bersedia menggunakan alat KB, namun terhalang karena alasan kesehatan.

Dia mengharapkan penyediaan variasi alat dan obat kontrasepsi tersebut dapat menekan angka akseptor KB yang putus pakai.

Pada kesempatan yang sama, Teguh juga menyampaikan perihal kepesertaanProgram Keluarga Berencana (KB) Baru Pasca Persalinan yang saat ini berjumlah kurang lebih 150 ribu peserta dan dapat dilihat melalui aplikasi SIGA(Sistem Informasi Keluarga).

Dari aplikasi yang sama, ia juga menjelaskan beberapa alat kontrasepsi yang saatini banyak digunakan oleh masyarakat, seperti KPPatauProgestogenOnlyPill(POP), obat suntik KB 3 Bulanan 1 cc,Intrauterine Device(IUD) dengan inserter diperpanjang, serta tubal ring.

Ia mengatakan sederet pilihan alat kontrasepsi tersebut sedikit berbeda dari sebelum pada2020 ketika masyarakat justru lebih banyak menggunakan IUD, implan 2 batang, suntikan progestin 3 bulan 3cc, pil KB kombinasi, serta kondom.

Ia berpesan kepada setiap satuan kerja di tingkat provinsi agar segera melakukan pengadaan alat dan obat kontrasepsi jika sudah memiliki anggaran agar fasilitas kesehatan di provinsi masing-masing tidak kehabisan persediaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.