Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Pelatihan, Menaker: Pendidikan Vokasi Harus Mampu Sambut Bonus Demografi

📅 Senin, 16 Okt 2023, 00:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Pelatihan, Menaker: Pendidikan Vokasi Harus Mampu Sambut Bonus Demografi Doc: ANTARA/HO-Kemnaker
Ket. Menaker Ida Fauziyah mengunjungi salah satu stand Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta, Minggu (15/10/2023).

Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menekankan pendidikan dan pelatihan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan pasar kerja demi menyambut bonus demografi.

"Jumlah penduduk usia produktifnya melimpah maka agar bisa masuk di pasar kerja perlu disiapkan kompetensinya, pendidikan maupun pelatihan vokasi harus bisa menjawab kebutuhan pasar kerja yang sangat dinamis," ujar Ida Fauziyah di Jakarta, Minggu.

Di sela rembuk nasional koordinasi dan bimbingan teknis lembaga pelatihan kerja swasta (LPKS), Menaker optimistis melalui PerpresNo.68 tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi dapat menjawab tantangan bonus demografi.

"Kita sudah mempunyai PerpresNo.68 tahun 2022, di mana perpres itu kita akan melakukan revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi untuk menjawab bonus demografi," tuturnya.

Menurutnya, selama ini terjadi mismatch atau ketidaksesuaian output dari pendidikan ataupun pelatihan sehingga tidak bisa menjawab kebutuhan pasar kerja.

"Dengan revitalisasi ini kita harapkan output dari pendidikan atau pelatihan vokasi bisa menjawab kebutuhan kerja," ucapnya.

Menurut McKinsey & Company Indonesia, kata Ida Fauziyah, di tengah era teknologi banyak jenis pekerjaan baru yang muncul, maka itu harus disiapkan kompetensinya.

"Maka baik pendidikan maupun pelatihan vokasi harus menjawab kebutuhan pasar kerja yang sangat dinamis, kebutuhan jenis kerja baru yang membutuhkan kompetensi baru, itu melalui lembaga pelatihan kerja pemerintah maupun swasta," ucapnya.

Ida Fauziyah memaparkan hingga tahun 2023, KemnakerRI telah memiliki modalitas kelembagaan pelatihan vokasi yang terdiri dari 292 BLKpemerintah, 2.908 LPK swasta, 3.757 BLKkomunitas, 79 BLK LN, dengan kapasitas pelatihan vokasi nasional sebanyak 5,77 juta orang per tahun dan kapasitas sertifikasi sebanyak 8,87 juta orang per tahun.

"Dengan modalitas yang cukup besar ini kita akan benar-benar maksimalkan peran lembaga pelatihan kerja, baik pemerintah maupun swasta," demikian Ida Fauziyah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.