Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerak Cepat, Kemendikbud Harus Buat Rancang Induk Pendidikan Hadapi Digitalisasi

📅 Minggu, 15 Okt 2023, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Kemendikbud Harus Buat Rancang Induk Pendidikan Hadapi Digitalisasi Doc: ANTARA/Maulana Surya
Ket. Siswa menunjukkan praktik keahlian pertanian siswa saat kunjungan program Konsorsium Pengusaha Peduli Vokasi RI di SMK Negeri 2 Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (13/3/2023).

Jakarta - Gerak cepat, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Profesor Cecep Darmawan menyarankan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) segera membuat rancangan induk dan peta jalan pendidikan nasional untuk menghadapi tantangan digitalisasi.

"Kemendikbud diharapkan segera membuat rancangan induk atau peta jalan pendidikan di era digital saat ini," katanyadihubungi di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan rancangan induk itu dapat memuat kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan dari masa ke masa untuk menghadapi tantangan era digital.

Arah kebijakan pendidikan pada era digitalitu, kata dia, dapat diwujudkan melalui rekonstruksi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang lebih progresif, visioner, dan futuristik sehingga mampu menjawab setiap tantangan zaman.

Kebijakan terkait dengan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas juga harus dilakukan dengan mengoptimalkan pemenuhan delapan standar pendidikan, seperti standar sarana prasarana digital secara merata dan berkeadilan.

Bahkan, katanya, untuk menghadapi tantangan era digitalperlu ditambah standar digitalisasi pendidikan.

Ia mengemukakan dalam rancangan induk pendidikan nasional juga perlu dimuat formulasi kurikulum masa depan yang mampu meningkatkan karakter, integritas, produktivitas, profesionalitas, daya saing, kualitas, dan kompetensi lulusan pendidikan padaera digital.

"Perlu juga upaya untuk memperkuat link and match antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan industrimelalui revitalisasi pendidikan vokasi," ujarnya.

Selain Kemendikbud, satuan pendidikan dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), katanya, juga memainkan peranan penting untuk menjawab tantangan digitalisasi.

Sebaiknya Anda baca juga:

Menurut Cecep, di samping pembentukan hard skill satuan pendidikan juga diharapkan mampu mengubah paradigma proses pembelajaran menuju pembentukan soft skill atau life skill serta karakter.

Satuan pendidikan diharapkan dapat memperkuat kompetensi dan literasi digital dari seluruh elemen pendidikanagar lebih melek digital serta memperkuat infrastruktur, berupa sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran padaera digital.

"Begitupun dengan PGRI harus memaknai era digitalisasi ini dengan mengambil peran sebagai agen perubahan sekaligus agen berpikir kritisserta memiliki kompetensi dan kecakapan abad 21 yang memiliki literasi digital yang mumpuni," kata dia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan berdasarkan data Future of Jobs Report dari Word Economic Forum, sebanyak 85 juta lapangan kerja akan hilang. Angka itu jauh lebih tinggi dari perkiraan 67 juta lapangan kerja yang akan tumbuh.

Iamengatakan perkembangan teknologi kecerdasan buatan menjadi tantangan yang harus diatasi generasi muda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

30 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.