Harus Kerja Keras Atasi Ganasnya Asap, Dua Kabupaten Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla
📅 Selasa, 10 Okt 2023, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Elza Elvia
Pangkalpinang - Harus kerja keras atasi ganasnya asap, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Mikron Antariksa menyebut sudah ada kabupaten, yakni kabupaten Bangka Tengah dan Bangka Barat sudah menetapkan status tanggap darurat.
Mikron di Pangkalpinang, Senin, mengatakan bahwa kabupaten lain juga sudah meminta dukungan dari BNPB Provinsi terkait status tanggap darurat guna menanggulangi bencana kekeringan dan karhutla ini.
"Staf kita akan segera memberikan masukan kepada Penjabat Gubernur Babel agar bisa mengambil keputusan karena memang Babel sudah masuk ke situasi tanggap darurat. Dan Penetapan status ini hanya bisa disampaikan oleh Pj Gubernur," katanya.
Mikron menjelaskan penetapan status tanggap darurat ini perlu dikeluarkan seiring adanya peningkatan yang cukup signifikan kebakaran hutan dan lahan, serta bencana kekeringan.
"Setelah mendengar laporan dari pemerintah kabupaten/kota, sekarang sedang terjadi peningkatan yang signifikan untuk bencana karhutla di Babel," kata Kepala BPBD Provinsi Babel Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Senin.
Kejadian kebakaran dan kekeringan saat ini kenaikannya cukup signifikan dan dibutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan karena dengan adanya status tanggap darurat maka satgas karhutla akan lebih optimal dan sigap menjalankan tugasnya.
Menurut dia, masing-masing kabupaten/kota sudah didorong untuk membentuk tim reaksi cepat karhutla yang personelnya terdiri dari anggota TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan masyarakat serta pelaku usaha untuk bersama-sama merespons kejadian kebakaran.
Ia menambahkan, untuk kasus kekeringan juga meningkat signifikan dan merata di seluruh kabupaten dan kota di Babel, data ini sudah diinformasikan oleh pemerintah daerah setempat terkait adanya kekurangan peralatan angkut air menuju ke lokasi masyarakat.
"Fasilitas atau peralatan seperti mesin pompa air, tandon air, pompa, selang bisa menggunakan anggaran biaya tak terduga atau dana siap pakai, namun untuk pengadaan mobil tidak bisa karena itu harus dianggarkan dulu dari anggaran rutin," katanya.
Untuk Kota Pangkalpinang sampai saat ini sudah ada 31 kelurahan yang terdampak kekeringan dan di kabupaten lain seperti Bangka Tengah dan Belitung juga sudah melaporkan kekeringan air.
"Tim reaksi cepat multi sektor akan kita bentuk di seluruh kabupaten/kota dan dari mereka nanti akan membentuk posko di kecamatan dan kelurahan karena mereka harus lihat dahulu apakah terjadi karhutla dan kekeringan di daerah itu," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!