Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran Hutan Membuat Warga Menderita, Disdik Palangka Raya Perpanjang PJJ Akibat Bencana Kabut Asap

📅 Senin, 09 Okt 2023, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran Hutan Membuat Warga Menderita, Disdik Palangka Raya Perpanjang PJJ Akibat Bencana Kabut Asap Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Ket. Pj Wali Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Hera Nugrahayu menyambangi peserta didik di salah satu PAUD/TK yang ada di daerah setempat, beberapa waktu lalu.

Palangka Raya - Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah kembali memperpanjang kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah untuk jenjang TK/PAUD, SD dan SMP di daerah setempat akibat bencana kabut asap.

"PJJ atau belajar di rumah kembali diperpanjang sampai 14 Oktober 2023 sembari melihat kondisi bencana kabut asap yang melanda daerah kita," kataKepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani di Palangka Raya, Minggu.

Menurut dia, selama PJJ dilaksanakan, satuan pendidikan tetap memantau kesehatan dan kemajuan belajar peserta didik dan selalu menghimbau kepada peserta didik agar mengurangi atau tidak melakukan kegiatan di luar rumah.

Untuk pendidik dan tenaga kependidikan tetap hadir ke sekolah dengan memperhatikan kesehatannya untuk memantau dan memberikan panduan PJJ kepada peserta didik.

"Bagi peserta didik jenjang SD yang melaksanakan gladi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), peserta didik yang terpilih tetap mengikuti gladi ANBK sekolah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dengan tetap memakai masker dan diantar jemput oleh orang tua," ucapnya.

Ia menambahkan, Disdik Palangka Raya akan terus mengevaluasi perkembangan yang ada dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk dapat diberikan kebijakan pengaturan kegiatan belajar mengajar selanjutnya.

"Kami berharap persoalan karhutla segera berakhir dan peserta didik kembali bisa turun ke sekolah dengan seperti sediakala," ungkap Jayani.

Berdasarkan pantauan di lapangan kondisi kabut asap di Kota Palangka Raya kian hari kian tambah parah. Bahkan aktivitas masyarakat juga sedikit terganggu oleh munculnya asap akibat karhutla tersebut.

Bahkan banyak masyarakat yang memilih keluar rumah harus menggunakan masker untuk mencegah penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.