Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keadilan Sosial Mesti Jadi Tujuan Pemilu

📅 Senin, 09 Okt 2023, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keadilan Sosial Mesti Jadi Tujuan Pemilu Doc: ANTARA/Uyu Septiyati Liman
Ket. Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati menyampaikan pendapatnya sebagai panelis dalam forum diskusi Indonesian Youth Democracy Forum (IYDF) di Jakarta, Jumat (6/10).

JAKARTA - Pemilihan umum (pemilu) harus bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial, bukan hanya untuk memilih anggota legislatif dan presiden serta wakil presiden.

"Tujuan pemilu bukan hanya agar kita memiliki presiden atau anggota legislatif terpilih, namun bagaimana agar presiden dan anggota legislatif dapat bekerja secara efektif untuk mewujudkan keadilan sosial," ujar Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Nur Agustyati dalam forum diskusi Indonesian Youth Democracy Forum (IYDF) di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Forum diskusi IYDF bertajuk "Protecting Democracy in the 21st Century: The Role of the Youth" ini merupakan penutup dari rangkaian program IYDF yang digelar oleh Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) dan didukung Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) Indonesia.

Khoirunnisa mengatakan bahwa pembahasan dalam perumusan berbagai aturan pemilu cenderung fokus pada prosedur pelaksanaannya, bukan pada esensi dan tujuan pelaksanaan pemilu. "Mereka fokus pada sistem dan komponen pemilu apakah yang dapat memberikan keuntungan politik bagi mereka, apakah sistem proporsional tertutup atau terbuka, dan semacamnya," ucapnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa partai politik harus bersikap transparan dan demokratis dalam menentukan bakal calon presiden, gubernur, bupati, dan wali kota yang mereka usung. "Tapi apa indikatornya? Kita tidak memiliki indikator tersebut (untuk menilai apakah proses itu berlangsung transparan dan demokratis atau tidak)," ucapnya.

Dia menjelaskan jika ditanya apa pertimbangan partai dalam memilih bakal calon tersebut, parpol selalu mengatakan bahwa hal tersebut sudah dibicarakan secara internal.

Terkait partisipasi kaum muda dalam proses politik, Khoirunnisa menyatakan bahwa mengingat biaya politik yang tinggi dan syarat pendirian partai politik yang rumit, hal itu menjadi sulit dilakukan. "Untuk bisa mendirikan partai politik, kita harus memiliki setidaknya satu kantor cabang di setiap provinsi, tentunya hal ini memerlukan biaya operasional yang tinggi," katanya.

Selain itu, menurutnya, syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftar menjadi peserta pemilu pun sulit dan mahal. Khoirunnisa juga mengatakan bahwa sulit bagi partai baru untuk mendapatkan kursi di parlemen karena adanya ambang batas parlemen sebesar 4 persen. "Jadi, sulit bagi kalangan muda untuk berpartisipasi menjadi peserta pemilu," ujarnya.

Forum diskusi IYDF bertajuk "Protecting Democracy in the 21st Century: The Role of the Youth" ini merupakan penutup dari rangkaian program IYDF yang digelar oleh Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) dan didukung oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) Indonesia.

IYDF diikuti oleh 20 pemuda dari seluruh Indonesia untuk melakukan dialog dengan lembaga dan organisasi masyarakat untuk merumuskan pelaksanaan demokrasi menjadi lebih baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

53 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.