Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko PMK: Transformasi Kesehatan agar Bonus Demografi Dapat Optimal

📅 Sabtu, 07 Okt 2023, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menko PMK: Transformasi Kesehatan agar Bonus Demografi Dapat Optimal Doc: ANTARA/Yashinta Difa
Ket. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memberikan pernyataan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/10).

Jakarta - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan transformasi kesehatan diperlukan untuk mengoptimalkan manfaat dari bonus demografi sehingga Indonesia bisa menjadi negara maju pada 2045.

"Transformasi kesehatan untuk menyiapkan agar momentum bonus demografi ini betul-betul dimanfaatkan atau dioptimalkan capaiannya nanti, dan salah satu sisi yang paling penting di samping sektor-sektor yang lain itu adalah sektor kesehatan," kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Muhadjir mengatakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sudah mengajukan usulan untuk mengoptimalkan program-program transformasi kesehatan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Beberapa poin penting usulan itu, kata Muhadjir, antara lain, penekanan pada sisi pencegahan sebelum pengobatan. Selain itu, pemerataan akses kesehatan terhadap seluruh masyarakat.

"Jadi harus terjadi pelayanan kita, harus betul-betul merata bisa diakses oleh seluruh warga sesuai dengan program kitauniversal healthcareya, kesehatan untukmelayani semua itu," kata dia.

Menkes, kata Muhadjir, juga telah menyusun transformasi kesehatan secara jangka panjang, yang di antaranya, adalah pencegahan atau penurunan fatalitas penyakit-penyakit tertentu seperti kanker, jantung, stroke dan lainnya.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan penguatan upaya pencegahan penyakit perlu untuk menindaklanjuti UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan menerbitkan peraturan pemerintah dan usulan program-program yang dapat dijalankan hingga akhir masa pemerintahan Presiden Joko Widodo pada 2024.

"Terutama, karena kita sudah mau masuk puncak bonus demografi, kalau masyarakat tidak sehat, tidak pintar, kan kita akan kehilangan momentum untuk masuk menuju negara maju, untuk Indonesia Emas yang diinginkan. Jadi, infrastruktur kesehatan ini, di waktu yang tersisa ini harus dipercepat," kata Menkes.

Untuk mengoptimalkan transformasi kesehatan, kata Menkes, pemerintah juga memperkuat kapabilitas Puskesmas, Posyandu, serta layanan kesehatan lain yang sifatnya untuk edukasi dan pencegahan. Melalui penguatan upaya pencegahan tersebut, kata Budi, masyarakat didorong untuk rajin memeriksakan kondisi kesehatannya sebagai langkah awal pencegahan sejumlah penyakit kronis, seperti stroke, jantung, dan kanker.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.