Iga Swiatek Tunggu Kalinina atau Garcia

Jumat, 06 Okt 2023, 07:07 WIB

BEIJING - Petenis peringkat dua dunia, Iga Swiatek, mengalahkan rekan senegaranya Magda Linette untuk melaju ke perempat final Tiongkok Open dengan kemenangan 6-1, 6-1. Swiatek memimpin 5-0 set pertama dan menghilangkan harapan rekannya dari Polandia itu untuk bangkit.

Juara Grand Slam empat kali tersebut, mendominasi set kedua. Dia mengalahkan Linette yang kelelahan. Swiatek mengakhiri pertandingan hanya dalam waktu satu jam. Swiatek selanjutnya akan menghadapi Anhelina Kalinina dari Ukraina atau unggulan kesembilan. Caroline Garcia dari Prancis.

Ket. Foto: Swiatek melaju ke perempat final I Petenis Polandia, Iga Swiatek melakukan pukulan pengembalian ke arah petenis Polandia Magda Linette saat pertandingan tunggal putri turnamen tenis WTA Tiongkok Open di Beijing, Tiongkok, Kamis (5/10). Swiatek mengalah­kan rekan senegaranya Magda Linette untuk melaju ke perempat final Tiongkok Open dengan kemenangan 6-1, 6-1. — Sumber: Pedro PARDO / AFP

"Selalu menyenangkan bermain seperti itu karena membuat lawan berlari terus," ujar Swiatek usai pertandingan. "Tetapi secara keseluruhan, saya hanya memainkan yang perlu," sambungnya. Petenis peringkat empat dunia, Jessica Pegula, tersingkir karena kalah 6-4, 6-2 dari petenis Latvia, Jelena Ostapenko.

Selanjutnya, Ostapenko akan menghadapi Liudmila Samsonova di babak delapan besar. Petenis Russia itu mengalahkan Marta Kostyuk dari Ukraina 6-4, 6-7 (4/7), 7-5.

Putaran pertama turnamen ATP Shanghai Masters telah mulia bergulir, Rabu. Penonton tuan rumah menyaksikan Zhang Zhizhen dan Bu Yunchaokete lolos ke babak kedua. Itu untuk pertama kalinya dua petenis pria Tiongkok lolos ke babak kedua.

Dusan Lajovic dari Serbia menyingkirkan juara Grand Slam tiga kali, Stan Wawrinka, dua set langsung untuk menambah daftar kemenangan mengesankannya tahun ini, termasuk atas Djokovic dan Sinner. Namun, petenis Inggris, Andy Murray, mengalami hasil menyedihkan. Dia kalah dari Roman Safiullin asal Russia 6-3, 6-2.

Kekalahan ini melanjutkan hasil mengecewakan petenis berusia 36 tahun tersebut, yang telah memenangkan turnamen di Shanghai tiga kali. Dia juga tersingkir dari Tiongkok Open di putaran pertama pekan lalu di Beijing.

Sinner Juara

Sementara itu, Jannik Sinner mengatakan tampil berani di "momen-momen penting" adalah kunci mengalahkan petenis peringkat tiga dunia, Daniil Medvedev, di final Tiongkok Open, Rabu (4/10) malam waktu setempat. Petenis Italia itu menang 7-6 (7/2), 7-6 (7/2) dalam pertandingan yang nyaris menemui jalan buntu meraih gelar pertama sejak 2019.

Tidak ada pemain yang mampu mematahkan servis lawan di pertandingan tersebut. Sinner melewatkan peluang bagus set pertama ketika memukul voli overhead yang panjang dalam break point. Dia membiarkan petenis Russia itu menahan deuce.

Ceritanya berbeda saat tie-break, di mana petenis peringkat tujuh dunia ini unggul 5-0. Dia memastikan kemenangan ketika pukulan forehand Medvedev membentur net. Kebuntuan serupa terjadi set kedua dengan selusin game pertama dilakukan dengan servis sebelum Sinner kembali menunjukkan ketenangannya di saat penting.

Dia memimpin tie-break dengan pukulan drop shot yang cekatan dan tidak pernah menoleh ke belakang. Kemudian, melepaskan pukulan passing lintas lapangan yang menakjubkan untuk mendapatkan match point. Sinner mematahkan servis Medvedev untuk meraih kemenangan di depan penonton yang riuh.

"Di titik tertentu, saya mulai mengembalikan bola sedikit lebih baik dan membaca servisnya juga sedikit lebih baik. Hal itu memberi saya kepercayaan diri, terutama untuk tie-break," ujar Sinner saat konferensi pers pascapertandingan.

"Kali ini saya juga berhasil melakukannya sesuai keinginan," sambung petenis berusia 22 tahun itu. Final kali ini adalah pertandingan dengan level sangat tinggi. Sinner sangat senang dengan berakhirnya turnamen.

Medvedev mengakui bahwa lawannya bermain jauh lebih baik di kedua tie-break. "Dia berhasil mengendalikan emosinya dengan lebih baik di tie-break dan tidak membuat kesalahan. Saya melakukan beberapa kesalahan," ujar petenis berusia 27 tahun itu.

Di satu sisi, lanjut Medvedev, ini adalah keberuntungan, tapi juga pengalaman. Itu sebabnya Sinner menang. Petenis peringkat dua dunia dan favorit pemenang turnamen, Carlos Alcaraz, disingkirkan Sinner di semifinal. Petenis putra peringkat teratas Novak Djokovic tidak bermain di Tiongkok. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.