Alcaraz  dan Sabalenka ke Putaran Kedua Wimbledon

Rabu, 02 Jul 2025, 01:35 WIB

LONDON - Carlos Alcaraz harus bekerja keras untuk menghindari kejutan di putaran pertama Wimbledon, Selasa (1/7). Sedangkan Aryna Sabalenka tampil dingin di tengah suhu panas ekstrem yang memecahkan rekor dalam sejarah pembukaan turnamen.

Suhu di All England Club tercatat menembus 32 derajat Celcius. Ini melampaui rekor hari pembukaan sebelumnya sebesar 29,3 derajat pada tahun 2001. Di tengah gelombang panas tersebut, Alcaraz memeras keringat selama empat jam 37 menit sebelum menang 7-5, 6-7(5), 7-5, 2-6, 6-1 atas veteran Italia berusia 38 tahun, Fabio Fognini, di Centre Court.

Ket. Foto: Sabalenka — Sumber: ist

Ini menjadi pertama  kali psejak Roger Federer dipaksa bermain lima set melawan Alejandro Falla pada tahun 2010, seorang juara bertahan harus bermain hingga set kelima di babak pertama Wimbledon. Meski melakukan 62 unforced error dan tampil tidak konsisten, Alcaraz, unggulan kedua dunia, tetap mampu menjaga ketenangan dan daya juang di bawah terik matahari.

Alcaraz tidak tahu kenapa ini mungkin Wimbledon terakhir Fabio, karena permainannya menunjukkan masih bisa bermain tiga atau empat tahun lagi. Bermain di Centre Court di laga pembuka selalu sulit. Wimbledon itu istimewa dan berbeda. “Saya hanya mencoba bermain sebaik mungkin, meski tahu bisa tampil lebih baik lagi,” ujar Alcaraz.

Momen kemanusiaan sempat mewarnai laga ini ketika Alcaraz menghampiri penonton yang pingsan di tribun dan memberikan sebotol air sebelum tim medis datang membantu. Alcaraz, yang belum pernah kalah di babak pertama Grand Slam dari 18 penampilan, akan bertemu petenis kualifikasi asal Inggris, Oliver Tarvet, di putaran kedua.

Petenis berusia 22 tahun ini juga membidik status sebagai pria kelima di Era Terbuka yang menjuarai Wimbledon tiga kali beruntun setelah Bjorn Borg, Pete Sampras, Roger Federer, dan Novak Djokovic. Di tengah upaya penonton dan pemain mencari perlindungan dari sengatan matahari, mantan kapten Timnas Inggris David Beckham terlihat di royal box bersama mantan  pelatih Inggris, Gareth Southgate.

Sementara itu, unggulan pertama putri Aryna Sabalenka tampil solid di Court One dengan kemenangan 6-1, 7-5 atas kualifikasi Kanada Carson Branstine. Petenis Belarusia berusia 27 tahun itu memanfaatkan ice pack untuk meredam suhu tubuhnya di tengah cuaca panas menyengat.

“Saya merasa sangat baik. Bersyukur bisa sehat dan siap bertanding, serta melaju ke babak selanjutnya,” ujar Sabalenka. Juara tiga Grand Slam yang musim ini kalah di final Australia  Open dan Prancis Open. Di Wimbledon, dia belum pernah melampaui babak semifinal dan tahun lalu absen karena cedera bahu. Di babak kedua, Sabalenka akan menghadapi petenis Ceko, Marie Bouzkova (peringkat 48 dunia).

Drama juga terjadi di sektor putri ketika dua kali finalis Wimbledon, Ons Jabeur, harus mundur dengan air mata setelah tertinggal 7-6(5), 2-0 dari Viktoriya Tomova. Belum ada penjelasan resmi mengenai alasan pengunduran diri petenis Tunisia tersebut.

Di nomor putra, mantan juara US Open Daniil Medvedev mengalami kekalahan mengejutkan dari petenis Prancis Benjamin Bonzi, 7-6(2), 3-6, 7-6(3), 6-2. Medvedev, yang dua tahun terakhir mencapai semifinal di Wimbledon, mengakhiri laga dengan melampiaskan kemarahan, menghancurkan raket ke kursinya.

Nasib serupa dialami unggulan kedelapan asal Denmark, Holger Rune, yang membuang keunggulan dua set dan takluk dari petenis peringkat 143 dunia asal Chile, Nicolas Jarry. Finalis 2021, Matteo Berrettini, juga kandas. Sedangkan Stefanos Tsitsipas terpaksa mundur karena cedera.

Kejutan juga datang dari sektor putri. Juara Prancis Open 2017, Jelena Ostapenko, kalah dari petenis tuan rumah, Sonay Kartal, 7-5, 2-6, 6-2. Sebaliknya, Emma Raducanu yang juga dari Inggris sukses menyingkirkan rekan senegaranya, Mimi Xu, 6-3, 6-3. Di babak kedua, Raducanu akan berjumpa juara Wimbledon 2023, Marketa Vondrousova.

Juara Australia Open 2024, Madison Keys, juga harus berjuang keras sebelum membalikkan keadaan atas Elena-Gabriela Ruse, menang 6-7(4), 7-5, 7-5. Namun, unggulan kesembilan Paula Badosa tersingkir setelah kalah tiga set dari Katie Boulter.

Wimbledon memiliki aturan khusus untuk cuaca panas, yakni jeda 10 menit yang diperbolehkan antara set kedua dan ketiga untuk pertandingan putri, serta antara set ketiga dan keempat untuk putra apabila indeks panas mencapai 30,1 derajat Celcius atau lebih.

Di tengah suhu ekstrem dan drama yang mengiringi, hari pertama Wimbledon 2025 memberi sinyal bahwa turnamen ini kembali menyajikan kejutan dan pertarungan dramatis sejak awal.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.