Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Sebut Kerja Sama Pentahelix Jadi Pembelajaran Utama Pandemi Covid-19

📅 Senin, 25 Sep 2023, 18:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes Sebut Kerja Sama Pentahelix Jadi Pembelajaran Utama Pandemi Covid-19 Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmidzi ditemui usai acara penutupan operasi Covid-19 Palang Merah Indonesia (PMI) di Jakarta, Senin (25/9/2023).

Jakarta - Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Siti Nadia Tarmidzi mengatakan kerja sama multipihak atau pentahelix (pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media) menjadi pembelajaran utama penanganan pandemi Covid-19.

"Kemenkes dalam hal ini belajar dari pandemi Covid-19 bahwa pentingnya pentahelix atau kerja sama lintas pemangku kepentingan itu harus terus dilakukan," kata Siti saat ditemui usai acara penutupan operasi Covid-19 Palang Merah Indonesia (PMI) di Jakarta, Senin.

Nadia menegaskan fokus Kemenkes setelah pandemi Covid-19 adalah transformasi kesehatan enam pilar, yakni Transformasi Layanan Primer, Layanan Rujukan, Sistem Ketahanan Kesehatan, Sistem Pembiayaan Kesehatan, Sumber Daya Manusia Kesehatan, dan Teknologi Kesehatan.

"Dengan transformasi kesehatan dari hulu ke hilir, kita perkuat dari layanan primer sampai layanan rujukan hingga sarana pendukungnya, mulai dari sumber daya, pembiayaan, sampai teknologi informasi," ujar dia.

Ia menyebutkan ada program-program rutin yang perlu dikuatkan kembali setelah selama tiga tahun fokus dunia kesehatan Indonesia dipusatkan pada Covid-19, di antaranya menurunkan angka kematian ibu, stunting (kurang gizi kronis), tuberkulosis, kaki gajah, dan pemenuhan cakupan imunisasi dasar lengkap, serta penanganan kejadian luar biasa polio dan rabies yang kasusnya belakangan juga meningkat.

"Ke depan, dengan aplikasi satu sehat dan menggunakan lebih banyak pemanfaatan digitalisasi, menjadi penting untuk penguatan pengawasan, apalagi penyakit seperti Covid-19 dan penyakit menular lainnya ini sebagian besar disebabkan oleh binatang atau zoonotik, jadi penguatan pengawasan oleh masyarakat juga perlu dilakukan," ucapnya.

Ia juga mengapresiasi peran PMI yang selama ini telah berkolaborasi dan bekerja keras dalam penanganan kegawatdaruratan pandemi Covid-19.

"Saya mengapresiasi ya, bagaimana peran PMI, dalam penanganan pandemi Covid-19. Mungkin kita sering mendengar peran PMI selama ini hanya terkait dengan bencana alam, dan sekarang teruji bahwa PMI juga sangat mumpuni untuk mendukung dalam menghadapi bencana non-alam," katanya.

Untuk itu, menurutnya, penting bagi PMI untuk terus berkolaborasi lintas sektor guna membangun kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat.

"Kita lihat kembali, PMI kan bukan berarti harus mengurus semua bidang kesehatan, tetapi artinya, bagaimana membangun masyarakat untuk siap siaga bencana, baik itu bencana alam maupun bencana non-alam, saya rasa itu yang perlu kita kolaborasikan," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.