Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korsel Perluas Uji Coba Radiasi Air Laut di Tengah Krisis Fukushima

📅 Selasa, 19 Sep 2023, 08:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korsel Perluas Uji Coba Radiasi Air Laut di Tengah Krisis Fukushima Doc: The Korea Times/Yonhap
Ket. Seorang peneliti melakukan pengujian kadar bahan radioaktif dalam produk makanan laut di Institut Penelitian Kesehatan dan Lingkungan di Seoul, 24 Agustus.

SEOUL - Korea Selatan (Korsel) akan memperkuat uji coba darurat radiasi air laut dengan menambahkan lebih banyak titik uji coba di daerah pesisir.

Upaya itu dilakukan guna meredakan kekhawatiran masyarakat terkait pelepasan air terkontaminasi oleh Jepang dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima ke laut, kata menteri kelautan Korsel.

Pada Juli, Korsel memulai uji coba darurat radiasi pada sampel dari total 75 lokasi pesisir di timur, barat dan selatan Korsel, serta perairan di lepas pantai pulau selatan Jeju, sekitar sebulan sebelum pelepasan air radioaktif yang "diolah" oleh Jepang dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima, yang lumpuh akibat gempa besar dan tsunami pada 2011, ke laut.

"Kami memilih tempat-tempat tersebut, karena di sana diperkirakan akan menjadi tempat pertama mengalirnya air yang dilepaskan mengingat arus air laut," kata Menteri Kelautan Cho Seung-hwan kepada wartawan pada Kamis selama kunjungannya ke tempat uji coba di lepas pantai selatan kota pelabuhan Busan.

"Kami akan menambah lebih banyak lokasi, khususnya di Laut Timur, untuk lebih menjamin keamanan," kata dia lebih lanjut.

Selain 75 titik di wilayah perairan, Korsel juga telah melakukan uji coba radiasi di 33 titik dari wilayah yang lebih jauh, dan mereka berencana menambah jumlah titik pengujian menjadi hampir 250 tahun depan, tambah dia.

"Kami akan mempertahankan sistem pengujian darurat sampai masyarakat tidak lagi khawatir tentang masalah ini dan mengatakan tidak perlu ada tes lagi," kata Cho.

Semua sampel telah memenuhi standar keselamatan sejauh ini, dan tidak ada radiasi yang terdeteksi pada makanan laut dalam negeri atau produk laut impor, tambah menteri tersebut.

Pemerintah mengerahkan pejabat dan ahli dari berbagai lembaga, termasuk Korea Polar Research Institute, untuk melakukan uji coba secara ekstensif, dan hanya perlu beberapa hari untuk mendapatkan hasil analisisnya, menurut pejabat kementerian.

Korsel juga telah melakukan inspeksi secara intensif selama 100 hari dari Agustus terhadap penandaan negara asal produk makanan laut impor untuk meredakan kekhawatiran atas keselamatan masyarakat.

Pada Agustus, impor Korsel terhadap makanan laut Jepang turun 34,8 persen dari tahun sebelumnya, menjadi 7,81 juta dolar AS (sekitar Rp120 miliar), angka bulanan terkecil dalam dua tahun, menurut data pemerintah.

Korsel melarang semua impor makanan laut dari delapan prefektur Jepang di dekat Fukushima pada 2013 atas kekhawatiran terhadap tingkat radiasi setelah insiden lumpuhnya pembangkit Fukushima pada 2011, dan berjanji untuk tetap memberlakukan pembatasan impor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.