- Home
-
- Megapolitan
-
- Investasi Tangerang Ditar...
Investasi Tangerang Ditarget Rp20 Triliun
Sabtu, 16 Sep 2023, 04:00 WIBTANGERANG - Untuk tahun ini, target investasi dapat mencapai 20 triliun. "Kami memproyeksikan agar terjadi realisasi investasi tahun ini sebesar 20 triliun rupiah," tandas Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, Jumat (15/9).
Dia akan mencapai realisasi tersebut dengan mempermudah dan mempercepat proses perizinan. Ahmed menjelaskan untuk realisasi investasi semester I ini telah mencapai 16,7 triliun atau meningkat 96,1 persen secara year on year (yoy). "Peningkatan ini berkat penyederhanaan perizinan investasi yang dilakukan pemerintah pusat," katanya.
Kabupaten Tangerang semester 1, untuk penanaman modal asing mencapai 9,6 triliun, sedangkan penanaman modal dalam negeri sudah mencapai sebesar 7,2 triliun.
Menurutnya, investor akan hadir ketika daerah benar-benar mempersiapkan dan mempermudah proses perizinan dan memangkas birokrasi.
Oleh sebab itu, diharapkan pemerintah pusat dapat menyempurnakan sistem Online Single Submission (OSS). "Ini luar biasa karena tiga tahun kita suffering, menderita karena Covid-19. Resep peningkatan investasi tertentu kita sediakan karpet merah berupa proses perizinan cepat, efisien, efektif, dan transparan," ungkapnya.
Investasi terbesar Kabupaten Tangerang sendiri saat ini disumbang sektor permukiman atau perumahan, industri, dan perdagangan. Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan ada potensi sebesar 8.000 triliun yang bisa dimanfaatkan dari carbon trade, yaitu memperdagangkan hutan yang bisa menyerap karbon.
Lahan Kekeringan
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menyebutkan bahwa lahan pertanian sawah terdampak kekeringan bertambah dari 201 menjadi 567 hektare. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, mengatakan dari ratusan hektare yang terdampak tersebut mengalami kekeringan dengan tingkat berbeda-beda dari sedang hingga berat.
Rinciannya, kekeringan ringan 480 hektare, sedang 67 hektare, dan berat 20 hektare, kemudian kekeringan puso 34 hektare. "Luas lahan pertanian dan persawahan kekeringan tadi bagian dari total lahan 36.202 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika, membenarkan penambahan kekeringan tersebut. Kekeringan lahan pertanian merupakan dampak musim kemarau panjang. "Yang terancam puso 201 hektare karena kekeringan," tukasnya. Dia mengungkap lahan yang kekeringan ada di Kecamatan Cikupa, Sindang Jaya, Cisoka, Jambe, Tigaraksa, dan Jayanti, juga Kecamatan Kresek, Sukamulya, Gunung Kaler, Mekar Baru, Kronjo, dan Panongan.
"Itu yang posisinya tanamannya terancam. Sedangkan di Kecamtan Sindang Jaya sudah terkonfirmasi ada 15 hektare yang puso. Untuk mencegah dampak lebih luas, telah disiapkan skema pencegahan," jelas Ujat.
Sebelumnya, BPBD Kabupaten Tangerang telah menaikkan status tanggap darurat bencana kekeringan. "Dari hasil pantauan BMKG, ini sudah masuk kekeringan dan layak membuat surat penerapan penetapan darurat bencana. Terlebih, dampaknya meluas. Kini sedang kita bahas dengan bagian hukum terkait SK Bupati-nya," kata Ujat Sudrajat.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bukan Debu Biasa: Mitigasi Kesehatan di Tengah Erupsi Gunung Api
-
Ini Alasannya Kenapa "Pedas Level Up" Raih Dana Produksi Film dari Pemkot Semarang
-
Banjir Bandang Himalaya Bisa Intai AS, Gunung Rainier Jadi Sorotan
-
Sengketa RDN Masuk Tahap Mediasi, PT Paramitra Alfa Sekuritas dan Nasabah Menanti Niat Baik BCA.
-
40 Tahun Kahitna, Yovie Widianto Sebut Kesetiaan Soulmate Jadi Kunci Perjalanan Panjang
-
Prabowo Bawa 3 Pesan Penting di KTT BRICS, Seskab Teddy Ungkap Isinya
-
Keajaiban di Tengah Bencana Nepal, 2 Pekerja PLTA Selamat Setelah 9 Hari Terjebak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.