Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gelorakan Semangat Warga, Mendes: Slogan Holopis Kuntul Baris Jadi Semangat Pembangunan Desa

📅 Sabtu, 16 Sep 2023, 21:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gelorakan Semangat Warga, Mendes: Slogan Holopis Kuntul Baris Jadi Semangat Pembangunan Desa Doc: ANTARA/HO-Kemendes PDTT
Ket. Rapat Terbuka Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Pengukuhan Profesor Kehormatan Bidang Ilmu Sosiolinguistik kepada Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (kedua kiri) di Graha UNESA, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/9/2023).

Jakarta - Gelorakan semangat warga, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT)Abdul Halim Iskandar menyampaikan slogan "Holopis kuntul baris" menjadi salah satu semangat dalam pembangunan desa.

"Slogan 'Holopis kuntul baris' bukan hal baru bagi masyarakat Indonesia. Itu semacam mantra yang dapat meringankan kerja berat, manakala dikerjakan bersama-sama," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Dalam acara pemberian gelar Profesor honoris causa (H.C.) kepada Mendes PDTTAbdul Halim Iskandar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), ia menyampaikan saat dirinya menjabat sebagai Mendes PDTT, slogan itu diperluas dengan merevitalisasi dan mereformulasiProgram Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

Langkah itu, dilakukan dengan memprioritaskan sebagai pola pelaksanaan kegiatan pembangunan desa, upah pekerja paling sedikit 50 persen dari pendanaan, dan harus dibayarkan harian atau mingguan.

Hasilnya, ia mengatakan, pemanfaatan dana desa pada 2022 untuk kegiatan PKTD mencapai Rp2 triliun lebih dan telah menyerap sebanyak 1.043.307 tenaga kerja mulai dari keluarga miskin, keluarga yang mempunyai anggota sakit kronis dan menahun, perempuan kepala keluarga, serta dari golongan marjinal lainnya.

Di samping itu, kata, semangat "Holopis kuntul baris" juga melekat pada musyawarah desa pada saat pandemi COVID-19.

Hal itu diwujudkan warga melalui relawan desa melawan COVID-19, melakukan sendiri pendataan calon penerima BLT dana desa, hasil pendataan dibawa ke forum musyawarah desa khusus untuk validasi dan finalisasi data oleh warga sendiri.

"Secara bergilir, warga desa bersama-sama, menjaga desa, saling melindungi sesama warga, lepas dari bahaya virus corona. Dalam perspektif borju, orthodoxa saya produksi demi menguatkan 'Holopiskuntul baris'," tutur Gus Halim, demikian ia biasa disapa.

Selain semangat "Holopis kuntul baris", ia juga menyampaikan bahwa terdapat slogan lainnya dalam pembangunan desa, yakni "Percaya Desa, Desa Bisa" dan SDGs Desa.

Dalam pengukuhan menjadi Profesor Kehormatan Bidang Ilmu Sosiolingustik itu. Gus Halim membawakan orasi ilmiah yang berjudul "Bahasa Sebagai Media Komunikasi Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa (Kajian Etnopragmakritis)".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.