Cegah Kebakaran Berulang, Yayasan Orangutan Borneo Basahi Lahan
Jumat, 15 Sep 2023, 08:50 WIBBALIKPAPAN - Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) melakukan pembasahan lahan di wilayah kerjanya di Kalimantan untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan berulang.
Lahan yang sebagian berupa hutan sekunder, semak, hingga lahan gambut, disiram dengan air yang sumbernya dari parit, kolam, ataupun sumur.
Menurut CEO Yayasan BOS Jamartin Sihite, Kamis (14/9), Yayasan melakukan beberapa upaya sebagai tindakan pencegahan kebakaran lahan dan hutan.
"Selain pembasahan lahan, bersama dengan mitra internasional, kami sebelumnya membangun sumur serta "beje" (kolam). Jika terjadi kebakaran, sumur dan kolam ini bisa digunakan sebagai sumber air untuk memadamkan api," papar Sihite.
Sebelum ini, lahan di dua tempat di fasilitas BOS di Kalimantan Tengah terbakar hingga 50 hektare pada pertengahan Agustus lalu.
Menurut Sihite, keterbatasan akses menuju lokasi kebakaran dan kedalaman kubah gambut mengakibatkan kebakaran meluas jauh di kedalaman gambut. Hal ini menyulitkan tim pemadam kebakaran mengidentifikasi kebakaran dari permukaan dan butuh waktu hampir sepekan untuk memastikan api padam.
"Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi secara tiba-tiba pada tahun 2023 ini menjadi peringatan bahwa kita perlu bertindak segera dan saling bekerja sama," kata Sihite.
Sebelumnya, dengan belajar dari kejadian kebakaran hutan dan lahan yang ekstrem di Kalimantan di tahun 2015 dan 2019, Yayasan BOS secara rutin menggelar pelatihan penanganan kebakaran, pemantauan wilayah kerja, membentuk dan melatih kelompok pemadam kebakaran, serta membangun sumur sebagai tempat sumber air untuk memadamkan kebakaran.
Peralatan pemadam kebakaran seperti selang air dan penyemprotnya, juga sumur tersebut tersedia di sejumlah titik dan lokasi yang dianggap rawan atau pernah mengalami kebakaran hebat.
Pada tahun 2015, fenomena El Nino yang juga melanda Kalimantan seperti sekarang, menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih ekstrem. Kebakaran lahan dan hutan terjadi di mana-mana.
Lebih dari 2 juta hektar hutan hilang akibat kebakaran hutan tahun itu, yang memaksa Yayasan BOS harus merelokasi orang utan liar ke hutan yang lebih aman antara November 2015 hingga Februari 2017.
"Kebakaran hutan dan lahan itu ancaman yang serius bagi lingkungan dan kesejahteraan," kata Sihite.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Aslog Panglima TNI Buka Rapat Koordinasi Logistik TNI TA. 2026
-
Opsi Penggunaan "Drone" Kargo untuk Misi Kemanusiaan Dikaji Basarnas
-
Popok SAP Thin Core Ini Raih Superbrand 2025
-
Sejarah dan Lokasi Makam Imogiri, Tempat Dimakamkannya Raja Solo Paku Buwono XIII
-
Menuju 2045, Pertumbuhan Lambat Bisa Gagalkan Mimpi Negara Maju, Jangan Sampai RI Hanya Jadi Penonton
-
Liga Inggris: Slot Optimistis Isak Segera Kembali, Liverpool Dapat Suntikan Tenaga di Fase Krusial
-
Bupati dan Wakil Bupati Puncak Salurkan Dana Kampung ke Wilayah III Papua Tengah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.