Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tingkatkan Literasi Perasuransian

📅 Kamis, 14 Sep 2023, 09:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Literasi Perasuransian Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Indonesia Financial Group (IFG) menilai literasi perasuransian masih perlu ditingkatkan agar industri asuransi dapat sebanding dengan industri perbankan.

"Pelaku industri asuransi dan dana pensiun menghadapi tantangan yang tidak mudah dalam melakukan transformasi bisnis, salah satunya literasi dan inklusi perasuransian yang masih perlu ditingkatkan agar sebanding dengan industri perbankan," kata Sekretaris Perusahaan IFG Oktarina Dwidya Sistha di Jakarta, Rabu (13/9).

Selain itu, Sistha menyebut kerangka kebijakan dan modal minimum industri asuransi juga masih belum sematang perbankan. Industri asuransi juga masih menghadapi tantangan reputasi yang kurang baik akibat preseden buruk sebelumnya.

Menurut Sistha, industri asuransi membutuhkan penguatan implementasi best practice, termasuk mengenai dana pensiun. Karena itu, perlu adanya upaya bersama seluruh pemangku kebijakan dan pelaku industri keuangan untuk memperkuat sektor asuransi dan dana pensiun. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memperkuat literasi.

Dalam konteks itu, IFG berupaya andil dalam meningkatkan literasi dengan menggelar IFG International Conference 2023 yang akan diselenggarakan pada 19 - 20 September mendatang. Konferensi internasional tersebut mengundang sejumlah narasumber mumpuni, baik dari dalam maupun luar negeri.

"IFG bersama IFG Progress mendukung upaya pemerintah dan berkontribusi melalui international conference ini untuk memperkuat literasi kepada industri dan masyarakat tentang implementasi best practice bisnis asuransi dan pengelolaan dana pensiun," jelas Sistha.

Salah satu topik yang akan dibahas dalam konferensi internasional tersebut adalah implementasi IFRS-17 di industri asuransi Indonesia, yang akan berlaku pada Januari 2025. IFRS-17 memperkenalkan pendekatan akuntansi kontrak asuransi yang lebih terperinci dan konsisten, yang melibatkan penilaian risiko, estimasi arus kas masa depan, dan pemisahan kontrak ke dalam komponen keuangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

26 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.