Menteri ATR Sebut IKN Perpaduan Perkotaan Hijau, Pintar, dan Spons
Rabu, 13 Sep 2023, 01:01 WIBJAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto menyebut Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebagai perpaduan dan keselarasan kegiatan perkotaan yakni kota pintar, hijau dan spons.
"IKN ini adalah perpaduan dan keselarasan antara tiga skema yakni IKN menjadi kota pintar (smart city), IKN menjadi kota hutan (forest city), dan IKN menjadi kota spons (sponge city)," ujar Hadi dalam seminar daring Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) 2023 yang diikuti di Jakarta, Selasa (12/9).
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa sebagai kota hutan, IKN didominasi 70 persen ruang terbuka hijau dan 30 persen sisanya adalah bangunan.
Sedangkan IKN sebagai kota pintar adalah IKN menggunakan bahan bakar yang bersumber dari energi baru terbarukan.
"Terakhir, IKN sebagai kota spons yakni bagaimana kita bisa mengelola sumber daya air sebagai sumber daya yang berkelanjutan sehingga ketika menghadapi musim kemarau kita juga bisa menggunakan dan manfaat air tersebut," kata Hadi.
Hadi berharap jika perencanaan yang dilakukan di IKN Nusantara ini dapat diimplementasikan juga di daerah-daerah lainnya di Indonesia, termasuk Kota Jakarta.
"Inilah keinginan kita semua untuk Jakarta ini bisa menjadi kota yang bersih tanpa adanya polusi," katanya.
Dia juga berharap adanya solusi bagaimana bisa menciptakan Jakarta menjadi kota yang bersih di mana salah satunya bisa melalui konsep Transit Oriented Development (TOD), dan merealisasikan ruang terbuka hijau sebesar 30 persen dari total luas Kota Jakarta.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang prinsip dasar pengembangan kawasan dalam IKN didasarkan pada delapan prinsip pembangunan IKN yang mengedepankan alam, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan.
Perencanaan IKN dijalin dengan konsep berkelanjutan untuk menyeimbangkan ekologi alam, lingkungan terbangun, dan sistem sosial secara harmonis. Selain itu, prinsip dasar pengembangan IKN juga menjaga kemungkinan buruknya dampak urbanisasi serta cuaca ekstrem yang dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana, seperti banjir dan kekurangan air baku.
Oleh karena itu, prinsip dasar pengembangan Kawasan IKN akan memadukan tiga konsep kegiatan perkotaan, yaitu IKN sebagai kota hutan atau forest city, kota spons atau sponge city, dan kota cerdas atau smart city.
Pengembangan Kawasan IKN dan ketiga konsep perkotaan tidak dapat dilepaskan dari kota-kota mitra di sekitar IKN lainnya dan tidak akan berhasil tanpa dukungan kota-kota di sekitarnya.
Dengan demikian, penerapan IKN sebagai kota hutan, kota spons, dan kota cerdas harus mengedepankan kerja sama yang harmonis dengan kota-kota mitra di sekitarnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Otorita Buka Ruang Keterlibatan Profesional Bangun IKN
-
Wamen Stella: Sekolah Garuda Dongkrak Penerimaan di Kampus Global hingga 150 Persen
-
Gambir Sumbar Tak Mau Lagi Dilego Murah! Kementan–BUMN Siapkan Lompatan Besar
-
Masih 15 Tahun, Remaja Padang Ini Sudah Berangkat Haji
-
Rayakan Hari Kartini, Kemenhub Dorong Perempuan jadi Agen Perubahan Mewujudkan Keselamatan Berlalulintas
-
Komisi IX DPR RI Gelar Raker bersama Menkes dan Mensos
-
Di Tengah Minimnya Hasil Tangkapan, Nelayan Trenggalek Larung Sesaji
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.