WFH ASN DKI Bisa Tekan Pertumbuhan

Selasa, 12 Sep 2023, 05:25 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diingatkan dalam mengendalikan polusi udara agar memperhatikan pertumbuhan ekonomi Ibu Kota. Sebab, kebijakan bekerja dari rumah (WFH) sebagian ASN Pemprov DKI bisa saja menekan pertumbuhan. Peringatan ini disampaikan peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus, Senin (11/9).

"Saat ASN melakukan WFH, bisa saja mengorbankan sisi ekonomi," ujarnya. Dia memberi contoh, andai pertumbuhan ekonomi Jakarta 6,5 persen secara tahunan, namun karena WFH, maka berpotensi hanya tumbuh 6 atau 6,2 persen.

Ket. Foto: Kondisi udara DKI Jakarta pada Senin (11/9) sore, Senin (11/9/2023). — Sumber: ANTARA/Sanya Dinda

Contoh lain, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang biasa menyediakan makanan di kantin-kantin kantor ASN, bisa terdampak kebijakan WFH. Ini membuat omzet mereka turun. Pemprov DKI juga dinilai perlu mendorong ASN pergi ke kantor menggunakan kendaraan umum, terutama yang ramah lingkungan, untuk menekan tingkat polusi udara.

Sementara itu, terkait pemberian sanksi bagi pelaku industri yang melanggar aturan lingkungan DKI Jakarta, Heri mendukung kebijakan Pemprov tersebut. Menurutnya, penegakan aturan untuk menjaga lingkungan kota dapat menarik pelaku usaha berinvestasi di Jakarta. Sebab, pemerintah Jakarta dipandang mampu menegakkan aturan.

"Kalau ada pelaku usaha yang melanggar aturan terkait lingkungan, harus menerima konsekuensi. Kalau mereka melanggar, harus ditindak tegas atau diperingatkan sehingga tidak ada lagi yang membuang polusi sembarangan," kata Heri.

Sebelumnya, Pemprov Jakarta telah memberi sanksi administratif kepada industri besi dan baja yang melanggar aturan terkait lingkungan hidup. Mereka menggunakan cerobong pemanas ulang yang belum mendapat sertifikat layak operasi.

Dinas Lingkungan Hidup Jakarta juga telah memberikan sanksi administratif yang menghentikan paksa kegiatan operasional perusahaan pergudangan dan penyimpanan batu bara. Adapun Senin pagi, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pukul 06.30 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 151.

Angka ini masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2,5 dan nilai konsentrasi 56,2 mikrogram per meter kubik. Diharapkan masyarakat juga mulai berpindah ke angkutan umum agar mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Sebab, program-program era Anies Baswedan seperti dorongan naik sepeda, tidak berhasil. Bahkan jalur sepeda hanya penuh mobil parkir. Tak ada lagi orang naik sepeda. Jadi, program pembanungan jalan sepeda hanya mubazir, karena tanpa studi atau analisis. Jalur sepeda hanya ide sesaat alias dadakan, tanpa pencermatan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.