Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Pesisir Diminta Waspadai Gelombang Laut Setinggi 4 Meter di Tanggal Ini

📅 Selasa, 12 Sep 2023, 11:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Pesisir Diminta Waspadai Gelombang Laut Setinggi 4 Meter di Tanggal Ini Doc: ANTARA/HO-BMKG
Ket. Tangkapan layar - Peta potensi gelombang tinggi yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Selasa (12/9/2023).

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir agar waspada potensi gelombang tinggi hingga empat meter di beberapa wilayah perairan pada 12-13 September 2023.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo di Jakarta, Selasa (12/9).

Ia mengatakan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Tenggara keBarat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur ke Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 8-30 knot.

Eko mengemukakan kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda bagian selatan, Samudera Hindia Barat Lampung-selatan Banten, perairan selatan Pulau Sumba, Laut Sawu bagian selatan, Selat Makassar bagian selatan, perairan Kepulauan Selayar bagian barat, Laut Seram, perairan Pulau Buru, Laut Banda bagian Timur, perairan Kepulauan Tanimbar, perairan KepulauanKai-Kepulauan Aru, Laut Arafuru, dan perairan Yos Sudarso-Merauke.

"Kondisi ini menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang tinggi," tuturnya.

Ia memaparkan gelombang tinggi di kisaran 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh-Kepulauan Mentawai, perairan barat Bengkulu-Lampung, Samudra Hindia Barat Aceh-Kepulauan Mentawai, Selat Sunda bagian selatan dan barat, perairan selatan Banten-Jawa Timur, perairan selatan Bali-Pulau Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas-Sape bagian selatan, Laut Sawu, Selat Sumba bagian barat, perairan Kupang-Pulau Rote, Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah-NTT.

Kemudian Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian selatan dan tengah, perairan Kalimantan Tengah, perairan Kotabaru, perairan Kepulauan Selayar, Laut Flores, perairan Bau-Bau - KepulauanWakatobi, perairan selatan Banggai-Kepulauan Sula, perairan Manui-Kendari, dan Teluk Tolo.

Selain itu juga perairan selatan Sulawesi Utara, perairan Bitung-Kepulauan. Sitaro, perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan barat Halmahera, Samudera Pasifik Utara Halmahera, Laut Banda bagian timur, Laut Seram, perairan P. Buru-P. Seram, perairan KepulauanSermata-Kepulauan Babar, perairan Misool-Sorong bagian selatan, perairan Fak-Fak - Kaimana, dan perairan Anamapare-Agats bagian barat.

Untuk gelombang lebih tinggi di kisaran 2,5-4 meter berpeluang terjadi di perairan PulauEnggano, Samudra Hindia Barat Bengkulu-Lampung, Samudra Hindia Selatan Banten-Jawa Barat, perairan Kepulauan Tanimbar, perairan KepulauanKai-Kepulauan Aru, Laut Banda bagian barat, Laut Arafuru.

"Untuk itu perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.