Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dolar Jatuh Jelang Data Inflasi, Yen Melonjak Dipicu Komentar Ueda

📅 Selasa, 12 Sep 2023, 08:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dolar Jatuh Jelang Data Inflasi, Yen Melonjak Dipicu Komentar Ueda Doc: ANTARA/Shutterstock
Ket. Uang kertas dolar AS dan yen Jepang.

NEW YORK - Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (11/9) atau Selasa pagi WIB, ketika investor menunggu data inflasi dan penjualan ritel AS minggu ini, sementara yen melonjak terhadap dolar setelah komentar gubernur bank sentral Jepang meningkatkan ekspektasi akan beralih dari kebijakan suku bunga negatif.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,50 persen menjadi 104,5659 pada akhir perdagangan.

Penurunan ini terjadi sebagai antisipasi pembacaan inflasi AS yang penting pada minggu ini. Sebagian besar pedagang bersiap untuk data harga konsumen (IHK) AS pada Rabu (13/9), mengingat potensi pengaruhnya terhadap apakah Federal Reserve akan mempertahankan suku bunganya.

Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda mengatakan bank sentral dapat mengakhiri kebijakan suku bunga negatifnya ketika pencapaian target inflasi 2,0 persen sudah terlihat, surat kabar Yomiuri melaporkan pada Sabtu (9/9), menandakan kemungkinan kenaikan suku bunga.

"Setelah kami yakin Jepang akan mengalami kenaikan inflasi yang berkelanjutan disertai dengan pertumbuhan upah, ada berbagai pilihan yang bisa kami ambil," kata Ueda.

Yen Jepang menguat tajam terhadap dolar pada Senin (11/9). "Komentar gubernur bank sentral Jepang mengenai suku bunga memicu risiko reli seluruh mata uang asing, memberikan tekanan pada dolar. Hal ini memberikan dorongan kecil bagi emas," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures.

Dolar AS dibeli 146,4880 yen Jepang pada Senin (11/9), lebih rendah dari 147,8240 yen Jepang di sesi sebelumnya.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0745 dolar AS dari 1,0698 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2509 dolar AS dari 1,2453 dolar AS.

Dolar AS turun menjadi 0,8909 franc Swiss dari 0,8933 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3581 dolar Kanada dari 1,3643 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 11,0756 krona Swedia dari 11,1251 krona Swedia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK terkait Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan Ditjen Imigrasi

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK terkait Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan Ditjen Imigrasi

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.