Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panduan Berkencan Modern Agar Tak Terjebak di ‘Situationship’ dan ‘Talking Stage'

📅 Minggu, 10 Sep 2023, 10:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Panduan Berkencan Modern Agar Tak Terjebak di ‘Situationship’ dan ‘Talking Stage' Doc: Instagram/@zicardi
Ket. Ilustrasi talking stage.

Raquel Peel, RMIT University

"Pergi bersama" terdengar seperti istilah romantis dari masa lalu. Kaum muda masa kini memiliki label yang lebih baru: talking stage. Tahap ini terjadi di antara fase perkenalan dengan seseorang hingga resmi berpacaran, dan dapat melibatkan pembicaraan atau bertukar pesan instan selama berhari-hari - bahkan berbulan-bulan.

Tujuan dari tahap ini adalah memiliki kesempatan untuk mengenal seseorang sebelum berkomitmen dan menjalin hubungan dengan mereka.

Namun, jika dilihat dari unggahan mereka di media sosial, anak muda di seluruh dunia kewalahan dengan fase kencan modern ini. Mereka merasa bahwa prosesnya berlarut-larut, berulang-ulang, dan menguras emosi.

Apakah ini merupakan hal yang baru? Dan bagaimana calon pasangan dapat memanfaatkannya sebaik mungkin?

Talking stage: label baru, praktik lama

Talking stage bukanlah fenomena baru, melainkan sebuah bentuk baru dari apa yang kita kenal sebagai "pacaran" tradisional (courting).

Courting melibatkan proses mengenal, membangun dan membangun keintiman dengan seseorang, sering kali dalam jangka waktu yang lama, sebelum berkomitmen untuk menikah.

Namun, tidak semua hubungan dimulai dengan fase courting atau talking, beberapa hubungan dimulai dengan perkenalan singkat kemudian berkembang menjadi kencan. Hal ini dikarenakan cara orang mengomunikasikan ketertarikan secara romantis dan memulai keintiman bergantung pada kepribadian dan konteks sosial.

Meski demikian, pandemi global telah mengubah cara orang berkencan. Orang-orang yang sebelumnya mungkin tidak memilih untuk berkencan secara online, mulai mencari teman kencan melalui internet atau terkadang melakukan kencan jarak jauh melalui layar.

Kencan menggunakan aplikasi online menyebarkan cinta dengan saling bertukar, mencocokkan, dan mengirim pesan instan - sering kali dengan banyak pasangan dan dalam jumlah besar.

Para peneliti menyebut periode ini sebagai "cinta bergerigi", yaitu cinta yang terwujud secara siklus, ketika peserta beralih ke aplikasi untuk mencari keamanan yang ditawarkan di masa ketidakpastian global; dan menemukan bahwa periode ini tidak mengarah pada pacaran dan romantisme tradisional. Orang-orang dalam konteks ini berpindah-pindah pasangan dengan cepat, mencari hubungan yang bermakna dan sering merasa kecewa dengan hasilnya. Dalam konteks cinta bergerigi ini, ada banyak potensi untuk menyabotase hubungan bahkan sebelum hubungan itu dimulai.

Ada perbedaan yang signifikan antara talking stage dengan pacaran tradisional. Saat ini, percakapan awal dipercepat dengan banyaknya informasi yang tersedia untuk umum tentang seseorang di internet. Jadi, bagi sebagian orang, berbicara atau mengirim pesan mungkin terasa seperti langkah yang tidak perlu atau membosankan, mengingat apa yang bisa kita dapatkan dari Facebook, Instagram, dan TikTok.

Namun, talking stage bisa jadi merupakan cara untuk memperkuat ikatan manusia yang rapuh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.