Waspadai Gejolak Global ke Depan
📅 Rabu, 06 Sep 2023, 08:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak
JAKARTA - Indonesia tetap perlu mewaspadai gejolak global meskipun perekonomian Indonesia dapat tumbuh di angka 5 persen selama tujuh kuartal berturut-turut. Isu jangka menengah panjang yang harus diwaspadai Indonesia adalah fragmentasi global, perubahan iklim, dan digitalisasi. Selain itu tetap berjaga-jaga jika ada pandemi di masa mendatang.
"Kita tetap ingin Indonesia terus 5 persen, tahun ini 5,2 persen, tahun depan kalau bisa juga 5,2 persen pertumbuhan, pada saat yang bersamaan kita harus mengawasi beberapa isu jangka menengah panjang," kata Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) RI Suahasil Nazara dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI yang dipantau virtual di Jakarta, Selasa (5/9).
Wamenkeu Suahasil menuturkan setelah tumbuh di 6,3 persen pada 2021, perekonomian global mengalami perlambatan ke 3,5 persen pada 2022 dan diperkirakan tumbuh tiga persen pada 2023 dan pada 2024.
Moderasi perekonomian dunia itu juga dibarengi dengan tingkat inflasi yang juga menurun namun tingkat inflasi global pernah sangat tinggi pada 2022 yang mengakibatkan hampir seluruh bank sentral menaikkan suku bunga untuk menanggulangi inflasi.
"Inflasi tidak boleh tinggi-tinggi kalau inflasi terlalu tinggi maka dia menggerogoti daya beli. Maka itu seluruh otoritas moneter menganggap bahwa ini perlu diturunkan, pemerintah juga menganggap ini perlu diturunkan," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, diperkirakan inflasi global pada 2024 masih lebih tinggi dibandingkan inflasi 2020 dan 2019, sehingga tantangan jangka pendek yang harus dihadapi termasuk suku bunga di dunia yang masih akan cukup tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Tensi Geopolitik
Pada saat yang bersamaan, perang Russia dan Ukraina belum menunjukkan akhir, tensi geopolitik masih akan berlanjut, perlambatan ekonomi Tiongkok masih akan berlanjut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Semua hal itu, menurut Wamenkeu, harus diwaspadai terkait dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.
"Kita harus memitigasi dampak yang ditimbulkan oleh suku bunga yang tinggi di dunia kepada perekonomian Indonesia," tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!