Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aung San Suu Kyi Dilaporkan Sedang Sakit di Penjara

📅 Selasa, 05 Sep 2023, 15:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Aung San Suu Kyi Dilaporkan Sedang Sakit di Penjara Doc: CNA/ANP/AFP/Koen Van Weel
Ket. Mantan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi.

JAKARTA - Mantan pemimpin Myanmar yang kini dipenjara, Aung San Suu Kyi, sedang sakit dan permintaan akan dokter dari luar menemuinya ditolak oleh junta militer, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut dan pemerintah bayangan yang setia kepadanya, Selasa (5/9).

Peraih Nobel berusia 78 tahun itu kini dirawat oleh dokter penjara.

"Dia menderita pembengkakan di gusinya dan tidak bisa makan dengan baik, serta merasa pusing dan muntah-muntah," kata sumber yang menolak disebutkan namanya karena takut ditangkap.

Juru bicara junta militer Myanmar tidak menjawab panggilan dari Reuters.

Negara Asia Tenggara ini berada dalam kekacauan sejak awal 2021, ketika militer menggulingkan Aung San Suu Kyi dan menindak para penentang pemerintahan militer. Rbuan orang dipenjara atau dibunuh.

Aung San Suu Kyi menghadapi hukuman 27 tahun penjara terkait 19 pelanggaran pidana. Dia menyangkal semua tuduhan yang didakwakan kepadanya, mulai dari penghasutan dan kecurangan pemilu hingga korupsi. Dia telah mengajukan banding atas tuduhan-tuduhan tersebut.

Pada Juli, dia dipindahkan ke tahanan rumah di ibu kota, Naypyitaw.

Pemerintah Persatuan Nasional di pengasingan yang dibentuk oleh penentang pemerintahan militer dan sisa-sisa pemerintahan Aung San Suu Kyi sebelumnya, mengatakan perawatan kesehatan dan keamanan tahanan politik adalah tanggung jawab junta militer.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Komunitas internasional harus menekan junta untuk memberikan layanan kesehatan dan keamanan bagi semua tahanan politik termasuk Aung San Suu Kyi," kata Kyaw Zaw, juru bicara Pemerintah Persatuan Nasional, kepada Reuters.

Banyak negara yang menyerukan pembebasan tanpa syarat Aung San Suu Kyi dan ribuan tahanan politik lainnya. Beberapa negara termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris, menargetkan junta Myanmar dengan sanksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

22 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.