- Home
-
- Luar Negeri
-
- Paus Puji Dialog Antar Aga...
Paus Puji Dialog Antar Agama untuk Perdamaian
Senin, 04 Sep 2023, 02:40 WIBULAANBAATAR - Pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus, pada Minggu (3/9) memuji terjadinya dialog antar agama untuk menyelesaikan konflik dan mendorong perdamaian. Pujian itu dilontarkan Paus pada hari terakhir kunjungan di Ibu Kota Mongolia, Ulaanbaatar, yang bertujuan untuk membangun hubungan negara itu dengan Tiongkok.
Pada acara yang mempertemukan para pemimpin agama besar di Mongolia, berlangsung di Hun Theatre yang terletak di pegunungan rendah yang mengelilingi kota. Para pemimpin Kristen, serta perwakilan agama Buddha dan Shamanisme, Islam, dan Yudaisme, Hinduisme, Gereja Ortodoks Rusia, Mormonisme, Baha'i dan lain-lain, juga hadir.
"Tradisi keagamaan, dengan segala kekhasan dan keragamannya, mempunyai potensi yang mengesankan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan," kata Paus Fransiskus, 86 tahun, kepada mereka.
"Jika para pemimpin negara memilih jalur dialog dengan pihak lain, hal ini dapat memberikan kontribusi yang menentukan untuk mengakhiri konflik yang terus menimpa banyak orang di dunia," imbuh Paus.
Kunjungan ke Mongolia, sebuah negara demokrasi muda dengan konstitusi yang melindungi kebebasan beragama, ini telah menunjukkan bahwa Paus Fransiskus mengirimkan pesan diam-diam kepada negara-negara tetangga, khususnya Tiongkok.
Dengan berkunjung ke negara Asia tengah yang terisolasi ini, Paus Fransiskus berharap tidak hanya memberikan semangat kepada komunitas kecil misionaris dan umat Katolik, namun juga menggunakan kehadirannya ke negara dekat Tiongkok itu untuk meningkatkan hubungan antara Vatikan dengan Beijing.
Dalam pertemuan para misionaris Katolik di Katedral Santo Petrus dan Paulus pada Sabtu (2/9), Paus Fransiskus mengatakan pemerintah tidak perlu takut terhadap gereja Katolik.
"Pemerintah dan institusi sekuler tidak perlu takut terhadap gereja, karena gereja tidak memiliki agenda politik," ucap Paus Fransiskus.
Pesan untuk Seluruh Dunia
Partai Komunis Tiongkok, yang menerapkan kontrol ketat terhadap lembaga-lembaga keagamaan, mewaspadai Gereja Katolik di wilayahnya.
Takhta Suci tahun lalu memperbarui kesepakatan dengan Beijing yang mengizinkan kedua belah pihak bersuara dalam menunjuk uskup di Tiongkok.
Kritikus menyebut langkah tersebut sebagai konsesi berbahaya sebagai imbalan atas kehadiran mereka di negara tersebut.
Ketika ditanya tentang tawaran Paus ke Beijing, Uskup Hong Kong, Stephen Chow, mengatakan kepadaAFPdi Ulaanbaatar bahwa pesan Paus adalah pesan untuk seluruh dunia.
"Gereja sekarang benar-benar (tidak punya) niat untuk berpolitik dan itu penting bagi kami," kata dia. "Jika tidak, kita akan kehilangan penghargaan sebagai institusi yang berbicara tentang cinta dan kebenaran," imbuh dia. SB/AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
BPS Jamin Keamanan Data Pemilik Usaha untuk Sensus Ekonomi 2026
-
Korut akan Pilih Delegasi untuk Majelis Rakyat Tertinggi
-
Pemerintah Lanjutkan Pembangunan Tol Jambi-Sengat
-
16 Tim Meriahkan Festival Bedug 2026 di Jakarta Barat, Seni Tradisional Bergema.
-
Dirut Bulog Buka Kartu: Beras Satu Harga Cuma untuk SPHP
-
Hari Pahlawan Haru! Pemkot Tangerang Bagi Sembako hingga Kursi Roda untuk Veteran & Disabilitas
-
Pemkab Pacitan Mulai Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.