Komitmen Dekarbonisasi, RI Dorong Pembiayaan Kreatif Sektor Transportasi
Senin, 04 Sep 2023, 17:58 WIBJAKARTA - Pemerintah melalui menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia dalam rangka mewujudkan transportasi berkelanjutan di Asean. Dua upaya itu meliputi melakukan dekarbonisasi dan mendorong pembiayaan kreatif non-APBN.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada kegiatan High-Level Dialogue On Sustainable Transport in Asean, yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan, di Jakarta Senin (4/9) sebagai bagian dari side event penyelenggaraan KTT Asean.
Airlangga Hartarto mengharapkan, Asean mampu memposisikan diri sebagai episentrum pertumbuhan, salah satunya melalui pembangunan transportasi yang berkelanjutan. Ia menyebut, untuk mengurangi emisi di sektor transportasi, pemerintah Indonesia telah membangun sejumlah transportasi publik seperti MRT dan LRT, serta penggunaan kendaraan listrik.
"Indonesia bersama negara anggota Asean telah menyepakati untuk membangun ekosistem kendaraan listrik dan menjadi bagian dari rantai pasok dunia. Pada KTT Asean yang berlangsung di Labuan Bajo beberapa waktu lalu, telah disepakati deklarasi bersama tentang Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik di Asean," katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/9).
Dia menambahkan sebagai bagian dari komunitas Asean, Indonesia berkomitmen mengembangkan konektivitas regional yang berkelanjutan. Karena konektivitas dan mobilitas adalah bagian penting yang mengikat negara-negara Asean.
Pada kesempatan sama, Budi menjelaskan sejumlah transportasi publik yang dibangun seperti LRT, MRT, dan Kereta Cepat, dilakukan untuk mempromosikan penggunaan angkutan umum kepada masyarakat. Selain itu, juga sekaligus mempromosikan kendaraan berbasis listrik yang menjadi kendaraan masa depan.
Menhub menyebut, transportasi sangat penting bagi pertumbuhan sosial ekonomi, namun sektor transportasi juga memberikan dampak negatif bagi lingkungan melalui penggunaan bahan bakar fosil.
"Transportasi menyumbang 24% dari total emisi CO2 pada 2022. Untuk itu, sangat penting membangun Transportasi yang berkelanjutan, dalam rangka mengurangi emisi tersebut melalui pembangunan angkutan massal dan kendaraan berbasis listrik," katanya.
Lebih lanjut, Budi mengatakan, transportasi berkelanjutan menjadi perhatian utama bagi negara-negara anggota Asean dan telah dimasukan ke dalam rencana strategis Asean 2016 -2025. Sejumlah strateginya yaitu melibatkan penggunaan transportasi rendah emisi, efisiensi energi, sampai dengan penggunaan lahan yang terintegrasi.
Untuk mendukung pembangunan transportasi yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi yang baik dari pemerintah, sektor swasta, dan lembaga keuangan internasional, dalam rangka mengatasi sejumlah tantangannya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Pakar Ekonomi UI: Pengelolaan Fiskal Harus Berkelanjutan!
-
Gerakan Menanam: Pemkot Jakarta Timur Tanam 417 Bibit Pangan Pendamping Beras di Ciracas
-
Minyak Dunia Naik, APBN Terancam Tertekan, Ini Langkah Anstisipasi Pemerintah
-
Detik-Detik Sidang Tahunan MPR RI, Tamu Undangan Satu per Satu Berdatangan
-
Feel Good Network Sambut Lengua sebagai Social-First Creative Agency .
-
Gubernur Pramono Soroti Wajah Baru Satpol PP Jakarta yang Makin Humanis
-
Skandal Hollywood: Hard Drive Film Spionase Perang Dunia II Nicolas Cage Dicuri, Netflix Digugat $105 Juta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.