Komisi XI DPR Sepakati Asumsi Dasar Makro
Jumat, 01 Sep 2023, 10:52 WIBJAKARTA - Komisi XI DPR RI menyepakati asumsi dasar ekonomi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024. Asumsi tersebut disusun dengan mempertimbangkan potensi ketidakpasian global tahun depan.
"Kesimpulan rapat kerja Komisi XI tentang pembahasan asumsi dasar makro, target pembangunan, dan indikator pembangunan dalam pembahasan RAPBN tahun anggaran 2024 kita nyatakan setuju dan sah," kata Ketua Komisi XI DPR RI Kahar Muzakir di Jakarta, Kamis (31/8).
Dalam rapat kerja (raker) Komisi XI DPR RI tersebut, jajaran menteri dan kepala lembaga pemerintah yang meliputi Menteri Keuangan RI, Kepala Bappenas, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan usulan asumsi dasar makro untuk RAPBN 2024.
Melalui raker tersebut, telah disepakati asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2024 dengan target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen secara tahunan (yoy), dengan inflasi 2,8 persen yoy. Kemudian nilai tukar rupiah ditargetkan 15.000 rupiah, serta suku bunga Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun 6,7 persen.
Pemerintah menilai asumsi tersebut didasarkan pada pertimbangan kondisi global yang masih tak menentu tahun depan. Kementerian Keuangan memproyeksikan tingkat inflasi global di angka 5,2 persen, dengan pertumbuhan ekonomi yang menurun 3,0 persen pada 2024.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan proyeksi tersebut menandai adanya pelemahan ekonomi global dan inflasi yang masih tinggi, namun mulai termoderasi. "Dalam tingkat dunia diperkirakan inflasi di sekitar 5,2 persen dan di advanced economy masih di tingkat inflasi sekitar 2,8 persen," kata Suahasil.
Pelemahan ekonomi global akan menimbulkan beberapa tantangan bagi Indonesia dalam mencapai target ekonominya. Secara jangka pendek, hal tersebut mengakibatkan suku bunga yang tinggi dalam jangka waktu lama, ruang kebijakan terbatas, serta meningkatnya tensi geopolitik.
"Perlambatan ekonomi Tiongkok perlu kita waspadai, tekanan sektor keuangan dan debt distress di tingkat dunia perlu kita waspadai dengan baik," ujar Suahasil.
Sedangkan secara jangka menengah dan panjang, Suahasil menjelaskan adanya tantangan berupa fragmentasi global, perubahan iklim, digitalisasi dan pandemi lain yang masih mungkin akan terjadi.
Tingkat Kemiskinan
Selain itu, sesuai dengan usulan awal Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), disepakati tingkat pengangguran terbuka dalam RAPBN 2024 di kisaran 5,0 - 5,7 persen, tingkat kemiskinan 6,5 - 7,5 persen, dan tingkat kemiskinan ekstrem ditekan di kisaran 0 - 1 persen.
Sedangkan rasio gini ditetapkan berada di kisaran 0,374 hingga 0,377, dengan indeks pembangunan manusia (IPM) berada di 73,99 hingga 74,02. Lebih lanjut, nilai tukar petani (NTP) pada tahun depan dipatok di kisaran 105 hingga 108 dan nilai tukar nelayan berada di kisaran 107 - 110.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rekaman Video Jurnalis Jepang yang Dibunuh di Myanmar Mungkin Palsu
-
ASN Turun Langsung Perkuat Literasi Masyarakat Melalui Program Bakti Perpusnas
-
Negara Hadir Lindungi Atlet: BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan untuk Mendiang Naufal Takdir Al Bari
-
Pemprov Maluku Optimalkan TIK untuk Serap PAD dari Sektor Perikanan
-
Pesan Tegas Prastawa: Pemain Santai Tak Punya Tempat di Pelita Jaya
-
Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana, Termasuk Bahlil dan Purbaya
-
Nilai tukar petani di Sulsel menurun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.