- Home
-
- Luar Negeri
-
- Inggris Akan Meluncurkan O...
Inggris Akan Meluncurkan Obat Suntik Kanker Pertama di Dunia
Kamis, 31 Agu 2023, 00:08 WIBLONDON - Layanan Kesehatan Nasional Inggris atauNational Health Service (NHS) akan menjadi yang pertama di dunia yang menyediakan obat suntik untuk kanker, kepada ratusan pasien di negara itu, yang dapat mempersingkat waktu pengobatan hingga tiga perempatnya.
Dikutip dari The Straits Times, menyusul persetujuan dari Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan Inggris, NHS mengatakan pada Selasa (29/8) bahwa ratusan pasien yang memenuhi syarat yang diobati dengan imunoterapi, atezolizumab, akan menerima suntikan "di bawah kulit", yang akan memberikan lebih banyak waktu bagi pengobatan kanker.
"Persetujuan ini tidak hanya memungkinkan kami memberikan perawatan yang nyaman dan cepat bagi pasien kami, namun juga memungkinkan tim kami merawat lebih banyak pasien sepanjang hari," kata Alexander Martin, konsultan onkologi di West Suffolk NHS Foundation Trust.
NHS mengatakan, atezolizumab, juga dikenal sebagai Tecentriq, biasanya diberikan kepada pasien secara intravena, langsung ke pembuluh darah mereka melalui infus, yang seringkali memakan waktu sekitar 30 menit atau hingga satu jam bagi beberapa pasien ketika sulit mengakses pembuluh darah.
"Dibutuhkan waktu sekitar tujuh menit, dibandingkan dengan metode infus intravena yang saat ini membutuhkan waktu 30 hingga 60 menit," kata Direktur Medis di Roche Products, Marius Scholtz.
Atezolizumab, dibuat oleh Genentech, anak perusahaan Roche, adalah obat imunoterapi yang memberdayakan sistem kekebalan tubuh pasien untuk mencari dan menghancurkan sel kanker. Perawatan saat ini ditawarkan melalui transfusi kepada pasien NHS yang menderita berbagai jenis kanker, termasuk paru-paru, payudara, hati, dan kandung kemih.
NHS memperkirakan, mayoritas dari sekitar 3.600 pasien yang memulai pengobatan atezolizumab setiap tahun di Inggris akan beralih ke suntikan yang menghemat waktu.
Namun mereka menambahkan, pasien yang menerima kemoterapi intravena yang dikombinasikan dengan atezolizumab mungkin tetap menjalani transfusi.
Berita Terkait:
-
Pemkot Palembang Menyiapkan 850 Personel untuk Memperlancar Mudik 2026
-
Polda Sumsel Sikat Komplotan "Pak Ogah" yang Resahkan Warga
-
Hadapi Tantangan Cuaca, KKP Fasilitasi Tambak Garam Rakyat Teknologi Tunnel - SWRO
-
Trump Umumkan AS Akan Terima 30–50 Juta Barel Minyak Venezuela
-
Pemkab Bogor Jadikan Sukamakmur Pusat Ekonomi Baru Dukung CDOB Bogor Timur
-
Rekonstruksi Gaza, Mesir-Prancis Bergerak
-
Kenali Gejala Kanker Tiroid, Benjolan di Leher Bisa Jadi Tanda Awal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.