- Home
-
- Luar Negeri
-
- Militan Pendukung Ukraina ...
Militan Pendukung Ukraina Ajak Tentara Wagner Balas Kematian Prigozhin
Sabtu, 26 Agu 2023, 08:33 WIBLONDON - Kelompok militan Rusia yang bertempur di pihak Ukraina menyeru tentara bayaran Grup Wagner agar bergabung bersama mereka guna membalas dendam atas kematian pendiri Wagner Yevgeny Prigozhin dan komandan Wagner, Dmitry Utkin.
Otoritas udara Rusia menyebut Prigozhin, Utkin dan delapan orang lainnya berada dalam pesawat pribadi yang jatuh tanpa ada yang selamat di Moskow utara pada Rabu (23/8).
"Kalian kini menghadapi pilihan serius, kalian bisa terus mengabdi kepada Kementerian Pertahanan Rusia dan menjadi pengawas untuk para eksekutor komandan kalian, atau membalas dendam," kata Komandan Korps Relawan Rusia (RVC) Denis Kapustin dalam pidato video yang disiarkan Kamis malam waktu setempat.
"Untuk membalas dendam, kalian harus memihak Ukraina," kata Kasputin.
Kecelakaan itu terjadi dua bulan setelah Prigozhin dan Wagner melancarkan pemberontakan melawan para petinggi militer Rusia.
Mereka sempat menguasai kota Rostov di Rusia selatan dan tengah merangsek menuju Moskow sebelum berputar balik sekitar 200 kilometer dari ibu kota Rusia itu.
Rusia sudah menggelar penyelidikan atas kecelakaan tersebut, tetapi hasilnya sepertinya tak akan menggoyahkan keyakinan bahwa Prigozhin dibunuh sebagai tindakan balas dendam karena memberontak.
Reuters sebelumnya mengutip dua pejabat AS pada Kamis yang menyatakan sebuah rudal jelajah darat-ke-udara kemungkinan besar mengenai pesawat tersebut.
Pentagon kemudian mengaku tidak memiliki bukti yang mendukung klaim tersebut.
Setelah bungkam selama 24 jam, Presiden Rusia Validimir Putin akhirnya menyampaikan "belasungkawa yang tulus" kepada pihak keluarga korban dari 10 penumpang pesawat tersebut, dan menyanjung Prigozhin sebagai "pengusaha berbakat".
Komandan RVC Kapustin, seorang warga negara ekstremkanan Rusia, mendirikan kelompok bersenjata tersebut setahun silam.
RVC berperang di pihak Ukraina dan mengaku berada di balik sejumlah serangan militer di wilayah perbatasan Rusia.
"Mari kita akhiri operasi militer khusus yang berdarah-darah ini," kata Kapustin dalam pidatonya kepada para petempur Wagner dengan menggunakan istilah resmi Rusia untuk invasi di Ukraina.
"Setelah itu, kita akan berbaris ke Moskow dan kali ini kita tidak akan berhenti 200 kilometer sebelum jalan lingkar Moskow, tetapi akan terus bergerak sampai akhir," kata dia.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Masih Rendah, RI Perlu Genjot Ekspor Minyak Atsiri ke Rusia
-
Ousmane Dembele Sabet Ballon d'Or 2025, Lamine Yamal Raih Piala Kopa
-
Penuh Haru, Begini Cerita Dokter di Rusia Nekat Lanjut Bedah Meski Gempa 8,8 SR Guncang Ruang Operasi!
-
Beragam Destinasi Andalan Malaysia Incaran Turis Mancanegara
-
Rusia dan Tiongkok Teken 22 Perjanjian Strategis
-
RI Bidik Minyak Rusia—Pertamina Siap Eksekusi Arahan Pemerintah
-
Atasi Banjir Jakarta, Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama akan Dinormalisasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.