Masih Rendah, RI Perlu Genjot Ekspor Minyak Atsiri ke Rusia
Senin, 01 Sep 2025, 23:40 WIBJAKARTA- Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI Moskow di Rusia, berhasil memfasilitasi kontak dagang antara pelaku usaha minyak atsiri Indonesia dan calon pembeli dari Rusia. Dari kontak tersebut, terdapat potensi transaksi minyak atsiri Indonesia ke Rusia sebesar 123,40 ribu dollar AS atau setara 2,01 miliar rupiah.
Potensi transaksi tersebut berawal dari korespondensi yang dilakukan Atdag RI Moskow kepada calon-calon buyer yang hadir di pameran Global Ingredients Show di Moskow, Rusia pada 15â19 April 2025. Korespondensi tersebut menghasilkan permintaan dari calon buyer Rusia, yaitu Kema Club.Â
Atdag RI Moskow Ardianto Mahdi Wibowo menyatakan, permintaan dari buyer dan potensi transaksi yang dihasilkan menunjukkan bahwa minyak atsiri memiliki peluang di pasar Rusia.Â
âKami menindaklanjuti permintaan minyak atsiri dari Kema Club dengan menghubungi beberapa pelaku usaha minyak atsiri di Indonesia. Kema Club telah menerima sampel pada 10 Juli 2025 dan saat ini masih menguji sampel. "Kami menunggu kabar baik dari Kema Club untuk mewujudkan pembelian minyak atsiri dari pelaku usaha minyak atsiri lokal kita,â ujar Ardianto dari Moskow, Rusia dikutip dari keterangan resmi Kemendag, Senin (1/9).
Kema Club merupakan perusahaan asal Rusia yang bergerak di bidang kosmetik, parfum, dan pemasok bahan baku untuk industri makanan dan minuman. Dalam komunikasi bisnis, Kema Club mengajukan permintaan sampel minyak atsiri dan permintaan harga Free on Board (FoB).Â
Kema Club telah memilih 14 jenis minyak atsiri dari Indonesia untuk diuji, termasuk nilam (patchouli), jeruk nipis (lime), rosemary, akar wangi (vetiver), dan kenanga (ylang ylang).
Ardianto menyatakan, perwakilan perdagangan RI di Rusia akan terus memfasilitasi komunikasi hingga kerja sama dapat terwujud. âPeluang ini membuka jangkauan pasar Rusia dan memperkuat Indonesia sebagai pemasok minyak atsiri berkualitas di pasar global,â tutup Ardianto.
Adapun minyak atsiri merupakan minyak alami yang mudah menguap dan memiliki aroma khas, diekstrak dari berbagai bagian tumbuhan seperti bunga, daun, kulit kayu, akar, atau biji. Minyak ini disebut juga minyak esensial dan banyak digunakan untuk aromaterapi guna relaksasi, pengobatan alami stres, atau masalah fisik, serta sebagai pewangi dalam kosmetik dan penyedap makanan. Beberapa manfaatnya termasuk membantu masalah pencernaan (peppermint) dan meningkatkan kualitas tidur (lavender), serta memiliki sifat antimikroba dan antijamur.
Pada 2024, Rusia mengimpor minyak atsiri dari dunia sebesar 3,16 miliar dollar AS. Di tahun yang sama, nilai impor Rusia untuk minyak atsiri dari Indonesia baru tercatat sebesar 215 ribu dollar AS atau belum sampai satu persen dari total minyak atsiri yang diimpor Rusia.
Di sisi lain, masih di tahun yang sama, Indonesia mengekspor minyak atsiri ke dunia sebesar 989,63 juta dollar AS. Artinya, ekspor minyak atsiri Indonesia ke Rusia masih di bawah satu persen dibanding total ekspor Indonesia ke dunia. Hal ini mengindikasikan Rusia sebagai pasar yang potensial untuk minyak atsiri Indonesia.
Potensi Besar
Laporan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan besarnya potensi industri minyak atsiri yang dimiliki Indonesia. Dari 97 jenis tanaman atsiri di seluruh dunia, 40 di antaranya dapat tumbuh dan berkembang di Indonesia.
Meskipun demikian, baru ada 25 jenis atsiri yang telah dibudidayakan secara komersial, seperti patchouli atau nilam, cengkeh, sereh wangi, kayu putih, dan lain sebagainya. Indonesia sendiri menempati posisi ke-8 terbesar dunia sebagai negara eksportir minyak atsiri dengan nilai 259 juta dollar AS atau 4,22 triliun rupiah (kurs Rp 16.300).
Saat ini Indonesia menempati posisi ekspor minyak atsiri terbesar kedelapan di dunia dengan nilai ekspornya sekitar 259 juta dollar AS lebih pada tahun 2024.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
RI Bidik Minyak Rusia—Pertamina Siap Eksekusi Arahan Pemerintah
-
Pasar Latin Nggak Bisa Diabaikan Lagi: Cili Buktiin Dagang RI Naik 12% Pasca CEPA
-
Literasi Keliling Berbasis Energi Hijau Hadir di Kota Kediri
-
Pulih dari Cedera, Jamal Musiala Kian Dekati Performa Terbaik
-
Ongkir Ditanggung Negara, Bapanas Banjiri Indonesia Timur dengan Bahan Pokok
-
Persib Bandung Larang Aremania Datang ke Stadion GBLA
-
Mulai 8 Juni Wajib Punya NIB! Mendag: Pedagang Online Tanpa Legalitas Bakal Ditolak Platform
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.