Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Megawati Soekarnoputri Ingin Indonesia Lahirkan Kembali Pemimpin Berkaliber Dunia

📅 Kamis, 24 Agu 2023, 00:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Megawati Soekarnoputri Ingin Indonesia Lahirkan Kembali Pemimpin Berkaliber Dunia Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya
Ket. Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri.

Yogyakarta - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menginginkan Indonesia melahirkan kembali pemimpin berkaliber dunia.

"Menurut saya pemimpin-pemimpin dahulu yang saya kenal itu kalibernya adalah kaliber dunia. Nah, pertanyaannya gimana sih menjadikan kita ini punya pemimpin-pemimpin itu yang kaliber dunia itu," kata Megawati dalam acara bersama para budayawan dan seniman di Sleman, DIY, Rabu.

Menurut dia, dahulu banyak pemimpin yang muncul dengan kaliber dunia, di antaranya presiden kedua Mesir Gamal Abdul Nasir, perdana menteri pertama India Jawaharlal Nehru, hingga Perdana Menteri (PM) Uni Soviet 1958-1964 Nikita Khrushchev.

Saat Megawati mencoba mengingat nama pemimpin berkaliber dunia lainnya, kemudian salah satu peserta menyebut nama presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno.

"La iyalah, bapak saya sudah pasti," ujar Megawati disambut tawa hadirin.

Megawatimenilai saat ini di Indonesia belum muncul kembali pemimpin-pemimpin berkaliber dunia semacam itu.

"Nanti gitu, Ibu Mega (disebut) banding-bandingikan. Lo iya dibandingkan dong, boleh dong, supaya maksudnya harus ada kita punya yang benar-benar kelihatan auranya," kata dia.

Menurut Megawati, para pemimpin besar dunia masa lalu muncul lantaran lahir dan batin mereka terasah di tengah kondisi negara yang belum merdeka.

"Mereka adalah produk ketika banyak negaranya itu belum merdeka. Jadi, pengasahan lahir batinnya kelihatannya sangat berjalan aktif," ujar dia.

Pada kesempatan itu Megawati menyayangkan generasi muda masa kini cenderung lebih banyak yang memilih berada dalam zona nyaman serta enggan belajar dari sejarah masa lalu karena merasa sudah merdeka.

"Banyak lo mahasiswa ketikangomongsama saya, terus (saya katakan) kamu belajar sejarah lo, yang baik lo, (dijawab) 'Ah Bu buat apa? Itu 'kan masa lalu, kalau sudah merdeka, ya, merdeka saja'. Waduh pusing," ujar Megawati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

45 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.