Plastic Bank Indonesia Kumpulkan 50 Ribu Ton Sampah Plastik
📅 Selasa, 22 Agu 2023, 19:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Plastic Bank Indonesia
JAKARTA - Plastic Bank Indonesia melaporkan telah mengumpulkan 50 ribu ton sampah plastik secara kolektif yang berkontribusi terhadap pencegahan pencemaran lingkungan dan lautan.
Atas kontribusi tersebut, Pendiri Plastic Bank, David Katz mengunjungi Indonesia untuk merayakan keberhasilan itu pada 18-22 Agustus 2023.
"Anggota komunitas kami adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang telah menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan planet kita, dengan cara mengumpulkan plastik daur ulang dan mencegah polusi plastik di lingkungan dan lautan," ujar dia dalam keterangan di Jakarta, Selasa (22/8).
Jumlah 50 ribu ton sampah plastik yang berhasil dikumpulkan itu setara dengan 2,5 miliar botol plastik sekali pakai.
Sejak 2019, Plastic Bank Indonesia telah bermitra dengan 230 komunitas pengepul dan memberdayakan 13.900 anggota pengumpul plastik dengan memberikan peningkatan pendapatan, serta akses terhadap layanan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kunjungan Katz mengejutkan beberapa anggota komunitas Plastic Bank yang berdedikasi tinggi bagi keluarga, komunitas, dan masyarakat.
Mereka yang terpilih mendapatkan bantuan sosial sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing, sehingga mereka dapat meningkatkan kesejahteraan hidup serta orang-orang terdekat.
Bantuan sosial itu mulai dari kendaraan bermotor, laptop, beasiswa sekolah, paket beras, dukungan finansial untuk pengembangan warung atau kebutuhan lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kunjungan Katz punya arti penting bagi bisnis lokal di Indonesia. Sebagai salah satu negara penyumbang polusi plastik laut terbesar di dunia, bisnis kecil maupun besar dituntut untuk bertanggung jawab terhadap polusi plastik dan bersama-sama mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
Indonesia menduduki urutan kelima dunia di antara penghasil polusi plastik ke lautan dengan menghasilkan 7,8 juta ton sampah plastik setiap tahun. Dari angka 7,8 juta ton itu, sebanyak 4,9 juta ton belum dikelola secara baik dan 3,7 juta pemulung yang hidup di bawah garis kemiskinan.
"Melalui impact program, kami dapat berkontribusi dan bertindak sebagai katalis untuk menciptakan perubahan positif, baik secara sosial maupun ekonomi," kata Katz.
Program itu, kata Katz, turut mendukung pencapaian tujuan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sekaligus membantu mengurangi kemiskinan di kalangan komunitas pengumpul plastik Indonesia. Ant/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!