Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kejahatan Keuangan Digital Makin Canggih

📅 Selasa, 22 Agu 2023, 08:26 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kejahatan Keuangan Digital Makin Canggih Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah mengimbau masyarakat harus cermat dan tak langsung percaya dengan berbagai tawaran bisnis di ruang digital. Sebab, modus kejahatan digital makin canggih sehingga memakan banyak korban dan kerugian ekonomi yang tak sedikit.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, mengatakan kejahatan digital itu makin beragam jenisnya, baik itu pinjaman online (pinjol) ilegal, robot trading hingga judi online.

Mereka bahkan menyasar kelompok masyarakat ekonomi lemah dan mudah diperdayai.

"Ini kan sudah termasuk kejahatan transnasional (penggalang dana di luar negeri) server-nya di mana, pelakunya di mana. Mereka selalu incar masyarakat kecil yang ga tahu apa apa. Makanya, kita berupaya untuk mengurangi jumlah korban," tegas Budi Arie dalam diskusi virtual terkait Melawan Kejahatan Keuangan Berbasis Digital yang digelar FMB9, di Jakarta, Senin (21/8).

Karena modusnya makin canggih dengan bentuk beragam, Arie menilai perlunya memperkuat koordinasi antarlembaga, termasuk dengan Kepolisian RI (Polri) dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Masyarakat juga harus aktif berperan membantu memberantas kejahatan keuangan berbasis digital ini.

"Kami minta masyarakat atau konsumen tidak cepat tergoda begitu ada tawaran pinjol atau robot trading. Kita harus sama-sama menjaga perkembangan ekosistem digital ini supaya kemajuan ini harus produktif bukan justru kontraproduktif agar memberi nilai positif bagi kemajuan bangsa," tegas Menkominfo, Arie Budi.

Adapun Kominfo, terang Arie Budi, sudah melakukan pembinaan hampir 22.789.000 orang. Program yang menyasar kepada 22 juta orang itu untuk terus meningkatkan literasi digital ke seluruh masyarakat Indonesia.

Literasi Rendah

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengakui literasi keuangan masyarakat masih rendah. Karena itu, OJK terus memberikan edukasi dan literasi bagi masyarakat agar mereka dapat mewaspadai dan mengantisipasi maraknya kejahatan keuangan berbasis digital yang masih ada hingga saat ini.

"Tingkat literasi keuangan masyarakat belum tinggi. Literasi keuangan baru 49,6 persen. Literasi digital baru 3,5 dari skala 1 sampai 5. Artinya, masyarakat belum pintar-pintar banget sih, masyarakat belum bisa membedakan mana informasi yang benar dan yang nggak benar. Masyarakat belum begitu smart untuk memilih dan memilah," kata Friderica.

Data OJK mencatat, hingga 3 Agustus 2023 sebanyak 1.194 praktik investasi ilegal yang telah dihentikan.

Kemudian, entitas keuangan ilegal lainnya yang telah dihentikaan adalah pinjaman online (pinjol) sebanyak 5.450 pinjol ilegal dan gadai ilegal sebanyak 251. Total entitas yang telah dihentikan adalah 6.895.

OJK juga mencatat kerugian masyarakat akibat investasi ilegal sepanjang 2017-2022 mencapai 139,03 triliun rupiah. Kerugian masyarakat yang timbul dari aktivitas investasi ilegal berasal dari aktivitas koperasi simpan pinjam, pinjol, dan gadai ilegal.

Meskipun demikian, Kiki menyatakan bahwa saat ini sudah ada angin segar dalam sektor keuangan, khususnya dalam memberantas praktik-praktik kejahatan keuangan berbasis digital, yakni UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.